WONOGIRI, SOLOBALAPAN.COM – Di tengah suasana pedesaan Dusun Tandan, Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, berdiri dua bangunan unik yang sekilas tampak seperti bus terparkir.
Namun siapa sangka, “bus” tersebut bukan alat transportasi, melainkan rumah tinggal milik seorang warga.
Adalah Supardi, pria yang akrab disapa Bagong, yang mewujudkan ide tak biasa dengan membangun hunian berbentuk bus untuk keluarganya. Bangunan tersebut bahkan didesain menyerupai bus sungguhan, lengkap dengan kaca, spion, hingga roda yang tertanam di bagian bawah.
Baca Juga: Modus Pinjam Motor untuk Ambil Uang, Pelaku Penggelapan Dibekuk di Giritontro, Wonogiri
Keunikan rumah ini langsung mencuri perhatian warga sekitar hingga pengguna jalan yang melintas. Tak sedikit yang berhenti sejenak hanya untuk melihat atau mengabadikan bangunan tersebut.
Terdapat dua unit “bus” yang saling terhubung, menjadikan bagian dalam rumah tetap fungsional. Bus di sisi timur berukuran lebih besar, dengan panjang sekitar 13 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 5 meter—nyaris menyerupai dimensi bus tingkat pada umumnya. Sementara satu unit lainnya berukuran lebih kecil.
Meski tampak seperti kendaraan, bagian dalam rumah telah dilengkapi fasilitas hunian seperti ruang keluarga, dua kamar tidur, dapur, dan kamar mandi.
Supardi mengaku ide membangun rumah berbentuk bus muncul dari kecintaannya terhadap dunia transportasi, khususnya bus antar kota seperti Agra Mas yang telah ia gunakan sejak 2004 saat merantau sebagai pemborong.
“Baru kepikiran kurang dari setahun ini. Saya ingin rumah yang beda dari yang lain,” ujarnya.
Rumah tersebut mulai dibangun sekitar Februari 2026 dan selesai dikerjakan dalam waktu kurang lebih enam pekan. Untuk merealisasikan ide uniknya, Supardi mengaku telah menghabiskan biaya sekitar Rp160 juta, termasuk pembelian tanah.
Namun hingga kini, pembangunan rumah tersebut baru mencapai sekitar 60 persen. Ia masih membutuhkan dana tambahan sekitar Rp70 juta untuk tahap finishing dan penambahan interior.
Rencananya, Supardi akan menambahkan berbagai detail agar rumahnya semakin menyerupai bus sungguhan, seperti pintu otomatis dengan tangga, setir lengkap dengan dashboard, hingga pendingin ruangan.
Baca Juga: Resmi Dibuka, POPDA 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda Surakarta
Menariknya, Supardi mengakui belum meminta izin kepada pihak perusahaan otobus terkait penggunaan desain dan nama. Ia pun siap mengubah konsep jika tidak mendapatkan persetujuan.
“Kalau tidak diizinkan, nanti saya ganti desain bus lain yang mengizinkan,” katanya.
Meski sempat dipandang sebelah mata, kini rumah tersebut justru mendapat apresiasi dari warga sekitar. Bahkan, bangunan unik itu kerap dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul warga, mengingat Supardi juga menjabat sebagai Ketua RT setempat.
Keberadaan rumah berbentuk bus ini tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga simbol kreativitas dan keberanian dalam mewujudkan ide yang berbeda. (al/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto