SUKOHARJO, SOLOBALAPAN.COM – Pagi yang seharusnya tenang di Desa Plesan, Kecamatan Nguter, berubah menjadi pilu.
Di antara sunyi yang baru saja pecah oleh cahaya fajar, terdengar tangisan lirih—tangisan seorang bayi yang belum genap mengenal dunia.
Senin (20/4) sekitar pukul 06.00, suara itu menggugah hati Yatno, seorang warga yang tak menyangka akan menemukan kenyataan yang begitu mengguncang. Dengan langkah ragu, ia membuka pintu rumahnya, mencari sumber suara yang terus memanggil.
Betapa terkejutnya ia saat mendapati seorang bayi perempuan tergeletak di depan rumahnya—sendirian, tanpa pelukan, tanpa kehangatan. Bayi itu menangis, seolah meminta pertolongan di dunia yang baru saja ia kenal.
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo melalui Kapolsek AKP Nguter Maryadi mengatakan, penemuan bayi tersebut bermula dari laporan warga sekitar pukul 06.00. Salah satu saksi, Yatno, mendengar suara tangisan bayi dari depan rumahnya.
“Ditemukan di depan rumah, masih hidup,” ungkap Kapolsek.
Tanpa menunggu waktu, aparat kepolisian bergerak cepat. Bahkan, Kapolsek yang saat itu belum resmi berdinas, masih mengenakan pakaian preman, langsung menuju lokasi. Bagi mereka, ini bukan sekadar tugas—ini adalah panggilan kemanusiaan.
Bayi mungil itu diperkirakan baru berusia sekitar satu minggu. Tubuhnya masih rapuh, namun napasnya bertahan. Ia kemudian dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan, menyelamatkan harapan yang nyaris terputus.
“Alhamdulillah masih hidup,” tambah Maryadi, dengan nada lega yang terselip di balik keprihatinan mendalam.
Namun di balik keselamatan bayi tersebut, tersisa luka yang lebih besar—pertanyaan tentang siapa yang tega meninggalkannya. Siapa yang membiarkan darah dagingnya sendiri menghadapi dinginnya pagi tanpa perlindungan?
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan, menelusuri jejak demi jejak, berharap menemukan jawaban atas peristiwa yang mengiris nurani ini.
Kapolres Sukoharjo, Anggaito Hadi Prabowo, melalui jajarannya mengimbau masyarakat untuk ikut membantu. Setiap informasi, sekecil apa pun, bisa menjadi kunci untuk mengungkap siapa di balik peristiwa memilukan ini.
Di balik tangisan yang menggema pagi itu, ada kehidupan yang nyaris hilang arah. Kini, bayi itu bertahan—menunggu masa depan yang semoga lebih hangat dari awal yang ia terima. (kwl/an)