Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ratusan Calhaj Solo Berangkat 2026, Pemerintah Pastikan Situasi Timur Tengah Tak Ganggu Ibadah

Antonius Christian • Sabtu, 18 April 2026 | 12:27 WIB
Akmaludin Akbar, Dirut PT Jelajah Wisata Thoyibah
Akmaludin Akbar, Dirut PT Jelajah Wisata Thoyibah

 

SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Kepastian keberangkatan calon jemaah haji (calhaj) asal Surakarta akhirnya menemui titik terang.

Sebanyak 521 jemaah dipastikan akan berangkat pada musim haji 2026/1447 Hijriah, terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter).

Di tengah dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah, pemerintah memastikan bahwa pelaksanaan ibadah haji tetap berjalan aman. Ketegangan di kawasan Teluk disebut tidak berdampak pada penyelenggaraan ibadah di Tanah Suci.

Baca Juga: Tak Perlu ke Dieng, Festival Balon Udara Pertama di Boyolali Sukses Memikat Ribuan Warga

Pelaksana tugas Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Solo, Saiful Anwar, menjelaskan bahwa total jemaah merupakan gabungan dari berbagai kategori, mulai dari reguler hingga cadangan.

“Totalnya 519 jemaah ditambah pendamping dan pembimbing. Termasuk juga cadangan yang menggantikan jemaah batal berangkat karena sakit, meninggal, atau menunda,” ujarnya.

Ratusan jemaah tersebut tersebar di lima kecamatan di Kota Bengawan. Wilayah Laweyan menjadi penyumbang terbanyak dengan 174 jemaah, disusul Banjarsari sebanyak 162 jemaah. Sementara Pasar Kliwon dan Jebres masing-masing menyumbang 70 jemaah, serta Serengan sebanyak 45 jemaah.

Dari sisi usia, profil jemaah cukup beragam. Jemaah termuda berusia 13 tahun, berangkat melalui pelimpahan porsi orang tua.

Sementara jemaah tertua berusia 87 tahun, yang tetap dinyatakan layak setelah melalui pemeriksaan kesehatan.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok usai Selat Hormuz Dibuka, Harga BBM Non Subsidi di Tanah Air Melejit

“Semangat beribadah sangat tinggi di semua usia. Namun kami tetap mengingatkan agar kesehatan menjadi prioritas utama,” imbuh Saiful.

Seluruh jemaah dijadwalkan berangkat melalui embarkasi menuju Jeddah, sebagai pintu masuk utama ke Tanah Suci Makkah. Saat ini, persiapan terus dimatangkan, mulai dari manasik, pemeriksaan kesehatan, hingga kelengkapan administrasi.

Baca Juga: Malam Mencekam di Rel Solo: Pria Tewas Tertabrak KA Barang, Identitas Terungkap Lewat Sidik Jari

Menanggapi kekhawatiran publik terkait situasi kawasan Teluk, Saiful menegaskan bahwa pemerintah telah berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan memastikan kondisi tetap kondusif.

“Pihak Arab Saudi sudah memastikan bahwa kondisi di kawasan Teluk tidak mempengaruhi pelaksanaan haji. Jadi jemaah dan keluarga tidak perlu khawatir,” tegasnya.

Di sisi lain, tren haji khusus menunjukkan peningkatan signifikan. Salah satu penyelenggara, PT Jelajah Wisata Thoyibah, tahun ini hanya membuka kuota terbatas sekitar 98 jemaah.

Direktur Utama perusahaan tersebut, Akmaludin Akbar, mengatakan pembatasan dilakukan demi menjaga kualitas layanan. Program yang ditawarkan mengusung konsep premium dengan fasilitas hotel bintang lima di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

“Jarak penginapan sangat krusial. Kalau dekat, jamaah tidak perlu berjalan jauh dan energi bisa difokuskan untuk ibadah,” jelasnya.

Tak hanya itu, fasilitas di Arafah dan Mina juga ditingkatkan. Jamaah akan ditempatkan di tenda VIP dengan akses lebih dekat ke area Jamarat, sehingga memudahkan pelaksanaan lempar jumrah.

Dengan biaya sekitar USD 15.500 untuk paket all-in, jamaah mendapatkan layanan menyeluruh, mulai dari akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga pendampingan ibadah oleh tim profesional.

Baca Juga: Bergerak Lintas Usia, Menari Tembus Dimensi Generasi

Seluruh jemaah haji khusus dijadwalkan berangkat pada 8 Mei mendatang, setelah mengikuti rangkaian manasik sebagai bekal ibadah. Menariknya, tren pendaftar kini mulai didominasi generasi muda, bahkan banyak yang berusia di bawah 30 tahun.

“Ini tren positif. Kesadaran generasi muda untuk berhaji lebih awal semakin meningkat,” pungkas Akmaludin.

Dengan persiapan yang semakin matang dan jaminan keamanan dari otoritas terkait, ratusan jemaah asal Solo kini tinggal menunggu waktu untuk menapaki perjalanan spiritual menuju Tanah Suci.

(atn/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#keberangkatan calon jemaah haji #jemaah haji asal surakarta #konfklik kawasan timur tengah #haji #jeddah