Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Tak Perlu ke Dieng, Festival Balon Udara Pertama di Boyolali Sukses Memikat Ribuan Warga

Abdul Khofid Firmanda Putra • Sabtu, 18 April 2026 | 12:12 WIB
MENAKJUBKAN : Festival balon udara pertama di Boyolali digelar di Cluntang Musuk. (ARIEF BUDIMAN/SOLOBALAPAN.COM)
MENAKJUBKAN : Festival balon udara pertama di Boyolali digelar di Cluntang Musuk. (ARIEF BUDIMAN/SOLOBALAPAN.COM)

BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Langit pagi di Desa Cluntang, Kecamatan Musuk, berubah menjadi panggung warna-warni yang memukau.

Untuk pertama kalinya, festival balon udara digelar di wilayah Boyolali, menghadirkan pemandangan yang selama ini identik dengan dataran tinggi Dieng.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok usai Selat Hormuz Dibuka, Harga BBM Non Subsidi di Tanah Air Melejit

Sejak fajar menyingsing, ribuan warga sudah memadati Lapangan Desa Cluntang, Sabtu (18/4). Mereka datang dari berbagai penjuru, mulai dari Soloraya hingga luar kota seperti Kediri dan Banyuwangi, demi menyaksikan momen langka tersebut.

Puluhan balon udara dari berbagai daerah mulai mengudara sejak pukul 05.00 WIB hingga 08.00 WIB, menciptakan lanskap langit yang semarak dan memikat perhatian siapa saja yang hadir.

Festival ini digagas oleh Saleho Karya Budaya, kelompok kesenian yang dipimpin oleh sosok yang dikenal sebagai Abah Lala. Selain menjadi ajang hiburan, acara ini juga digelar untuk memperingati hari ulang tahun ke-18 komunitas tersebut.

Haryono, panitia sekaligus bagian dari manajemen Saleho Karya Budaya, menyebut festival ini menjadi tonggak baru bagi Boyolali.

“Ini pertama kalinya digelar di Boyolali. Kami menghadirkan balon dari Wonosobo sekaligus memperingati ulang tahun Saleho Karya Budaya yang ke-18,” ujarnya.

Baca Juga: Malam Mencekam di Rel Solo: Pria Tewas Tertabrak KA Barang, Identitas Terungkap Lewat Sidik Jari

Tak sekadar hiburan, festival ini juga mengusung misi edukasi. Masyarakat, khususnya anak-anak, diajak memahami bahwa menerbangkan balon udara tidak bisa dilakukan sembarangan, melainkan harus mengikuti prosedur keselamatan yang ketat.

“Kami ingin memberikan wawasan bahwa menerbangkan balon itu ada aturannya, tidak boleh sembarangan,” jelas Haryono.

Dari rencana awal menghadirkan 10 balon udara dari Wonosobo, hanya 9 balon yang akhirnya bisa diterbangkan karena kendala teknis. Meski begitu, hal tersebut tidak mengurangi antusiasme pengunjung yang tetap membludak.

Baca Juga: Harga BBM Non Subsidi Pertamax Turbo, Pertamina Dex hingga Dexlite Naik Ugal-ugalan hingga Diprediksi Timbulkan Efek Domino, Janji Manis Prabowo Dipertanyakan

Kerja sama dengan komunitas balon Wonosobo ini, lanjut Haryono, merupakan bentuk timbal balik. Selama ini, pihaknya juga kerap tampil menghibur masyarakat di Wonosobo.

“Ini gantian, sekarang warga Wonosobo yang menghibur warga Boyolali,” katanya.

Tingginya animo masyarakat bahkan membuat panitia kewalahan, terutama dalam mengatur parkir kendaraan. Banyak pengunjung terpaksa memarkir kendaraan hingga radius 500 meter dari lokasi acara.

“Pengunjungnya luar biasa banyak. Sampai parkiran pun kami kewalahan, tapi alhamdulillah acara tetap berjalan lancar,” ungkapnya.

Meski sempat terkendala perizinan karena baru pertama kali digelar, kesuksesan acara ini membuka peluang besar untuk menjadikannya sebagai agenda tahunan.

“Insyaallah ke depan akan kami adakan lagi, mungkin setiap perayaan ulang tahun. Mohon doanya,” tambahnya.

Salah satu pengunjung asal Solo, Nabila, mengaku terkesan dengan festival tersebut. Ia bahkan awalnya berencana menyaksikan festival balon di Dieng, sebelum akhirnya mengetahui adanya acara serupa di Boyolali.

Baca Juga: Awas Kena Prank! Pertamax Turbo, Pertamina Dex, hingga Dexlite Resmi Ganti Harga Hari Ini, Naik Jadi Berapa?

“Seru banget, ini pertama kali lihat langsung. Tadinya mau ke Dieng, tapi ternyata di Boyolali juga ada,” ujarnya antusias.

Ke depan, panitia berharap festival ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi berkelanjutan tentang keselamatan penerbangan balon udara. Masyarakat diingatkan bahwa setiap aktivitas penerbangan harus mengikuti regulasi dari berbagai pihak, termasuk otoritas terkait.

Di balik balon-balon yang perlahan terbang meninggi, tersimpan harapan besar: menjadikan Boyolali sebagai destinasi baru wisata budaya yang tak kalah memikat. (fid/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#festival balon udara boyolali #balon udara boyolali #balon udara wonosobo #komunitas balon wonosobo #wisata boyolali