Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Wonogiri : Tragedi Balai Dusun Pendem Roboh, Polisi Ungkap Kronologinya

Iwan Adi Luhung • Kamis, 16 April 2026 | 15:47 WIB
Balai dusun Pendem ambruk pada Rabu (15/4/2026), polisi ungkap kronologinya. (ISTIMEWA)
Balai dusun Pendem ambruk pada Rabu (15/4/2026), polisi ungkap kronologinya. (ISTIMEWA)

WONOGIRI, SOLOBALAPAN.COM – Tragedi ambruknya Balai Dusun Pendem, Desa Pucanganom, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, mulai menemui titik terang.

Polisi mengungkap kronologi kejadian yang merenggut satu nyawa dan melukai empat warga lainnya.

Kasi Humas Polres Wonogiri, Anom Prabowo, menyebut peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga: Tak Semua ASN Bisa Gowes, DPRD Sragen Dorong Solusi Efisiensi Energi yang Realistis, Begini Solusinya !

Begitu menerima laporan, aparat kepolisian langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal sekaligus mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

Korban meninggal dunia diketahui bernama Agustinus Mringsisari (60). Ia mengalami luka berat di bagian kepala akibat tertimpa material beton saat bangunan roboh.

Sementara itu, satu korban lainnya, Suparman (42), mengalami luka serius di bagian kepala dan saat ini tengah menjalani perawatan medis. Tiga warga lainnya dilaporkan selamat dengan luka ringan.

Berdasarkan keterangan saksi, insiden bermula saat lima warga tengah melakukan kerja bakti memperbaiki pompa sumur bor di rumah inventaris dusun.

“Perbaikan dilakukan dengan menarik pipa besi dan pompa menggunakan alat bantu yang dikaitkan pada struktur bangunan,” jelas Anom.

Baca Juga: Tertangkap OTT KPK Nggak Lama Kemudian Jadi Tersangka, Ketua Ombudsman Hery Susanto Terlibat Kasus Apa?

Namun, upaya tersebut justru berujung petaka. Struktur bangunan yang digunakan sebagai penopang diduga tidak mampu menahan beban tarikan. Dalam hitungan detik, bangunan balai dusun itu runtuh dan menimpa para pekerja yang berada di bawahnya.

“Akibat kejadian itu, satu orang meninggal dunia di lokasi, satu mengalami luka berat, dan tiga lainnya selamat meski mengalami luka ringan,” tegasnya.

Pasca kejadian, situasi di lokasi kini telah dinyatakan kondusif. Meski demikian, polisi masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti runtuhnya bangunan, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk lebih mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas kerja, terutama yang melibatkan konstruksi atau penggunaan bangunan sebagai penopang beban berat.

Baca Juga: BMKG: Kemarau 2026 di Solo Raya Lebih Kering, Tapi Hujan Masih Bisa Turun

“Pastikan bangunan yang digunakan aman dan sesuai standar. Jika terjadi keadaan darurat, segera laporkan agar dapat ditangani dengan cepat,” pungkasnya.

Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa kelalaian kecil dalam aspek keselamatan dapat berujung fatal. (al/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#balai dusun roboh #kronologi kejadian #wonogiri #tragedi #Kabupaten Wonogiri