Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

BMKG: Kemarau 2026 di Solo Raya Lebih Kering, Tapi Hujan Masih Bisa Turun

Silvester Kurniawan • Kamis, 16 April 2026 | 14:57 WIB
ILUSTRASI AI CHAT GPT
ILUSTRASI AI CHAT GPT

SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Musim kemarau 2026 di Solo Raya dipastikan datang pada Mei mendatang.

Namun, kondisi tahun ini disebut tidak biasa. Meski diprediksi lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya, hujan ternyata masih berpotensi turun di sejumlah wilayah.

Hal ini diungkapkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang (BMKG Jawa Tengah).

Baca Juga: Dari Jamu Gendong ke Tanah Suci, Perjuangan Pasutri Boyolali Menabung Hingga Berangkat Haji

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG, Giyarto, menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami bahwa musim kemarau bukan berarti bebas hujan sepenuhnya.

“Untuk wilayah Solo dan sekitarnya baru akan kemarau di Mei. Yang perlu dipahami masyarakat adalah musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan. Walau kemarau tahun ini jauh lebih kering dari tahun sebelumnya, tetap saja bisa terjadi hujan,” ujarnya, Kamis (16/4).

Menurutnya, kondisi ini berbeda dengan sejumlah wilayah lain di Jawa Tengah yang sudah mulai memasuki musim kemarau sejak pekan kedua April.

Karakteristik wilayah Solo Raya dinilai memungkinkan terjadinya hujan meskipun sudah masuk periode kemarau.

BMKG melalui BMKG Jawa Tengah juga akan terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat serta mendukung langkah mitigasi bencana di daerah.

“Masih ada potensi hujan saat musim kemarau, tergantung kondisi riilnya. Karena karakteristik wilayah di Solo dan sekitarnya memang memungkinkan terjadi seperti itu,” paparnya.

Baca Juga: Lebih Mahal tapi Lebih Laku, Toyota Innova Zenix Masih Jadi Incaran di Q1 2026

Di tengah masa pancaroba seperti saat ini, masyarakat diminta untuk tidak lengah. Perubahan cuaca yang cepat berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi.

Ancaman yang perlu diwaspadai meliputi angin puting beliung, pohon tumbang, hujan es, hujan lebat disertai petir, hingga potensi banjir bandang di beberapa titik rawan.

Warga di seluruh wilayah Solo Raya—baik bagian utara, selatan, timur, barat, maupun pusat kota—diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi perubahan cuaca ekstrem secara tiba-tiba.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk rutin memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi mereka agar dapat mengambil langkah antisipasi yang tepat.

Baca Juga: Waspada El-Nino 2026, BPBD Boyolali Petakan Wilayah Rawan Karhutla di Lereng Merbabu

“Untuk perkembangan cuaca terbaru bisa dilihat di situs resmi BMKG. Informasi akan selalu diperbarui,” pungkas Giyarto. (ves/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#BMKG Jawa tengah #musim kemarau lebih kering #solo dan sekitarnya #musim kemarau #bmkg