Detik-Detik Bocah 6 Tahun Terjepit Eskalator di Neo Solo Grand Mall, Kaki Masuk Celah Saat Turun

Alfida Nurcholisah • Dipublikasikan Kamis, 16 April 2026 | 10:47 WIB
NAAS : Seorang anak 6 tahun terjepit eskalator di Neo Solo Grand Mall, Solo. Insiden terjadi saat korban bersama ibunya, diduga kaki melewati garis kuning pembatas. (ist)
NAAS : Seorang anak 6 tahun terjepit eskalator di Neo Solo Grand Mall, Solo. Insiden terjadi saat korban bersama ibunya, diduga kaki melewati garis kuning pembatas. (ist)

SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Suasana ramai di pusat perbelanjaan mendadak berubah mencekam. Seorang bocah berusia sekitar 6 tahun mengalami insiden mengerikan setelah kakinya terjepit eskalator di Neo Solo Grand Mall, Selasa (15/4/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Peristiwa ini terjadi saat korban tengah berada di lokasi bersama sang ibu dan satu anak lainnya yang masih kecil. Tanpa diduga, momen biasa itu berubah menjadi kepanikan ketika kaki korban masuk ke celah eskalator yang sedang bergerak turun.

Baca Juga: Kirim Somasi Hampir Rp11 Miliar ke Clara Shinta, Ini Keluhan Tri Indah R alias Keyndah soal Dugaan VCS dengan Alexander Assad

Public Relation Neo Solo Grand Mall, Elvira Rahmawati, menjelaskan bahwa insiden bermula saat posisi kaki korban melewati garis kuning pembatas keamanan—area yang seharusnya tidak dilanggar oleh pengguna eskalator.

“Anaknya memakai sandal jepit yang terbuka, lalu kakinya masuk ke eskalator. Kejadiannya saat eskalator turun dan posisi kaki melewati garis kuning,” ungkap Elvira saat dikonfirmasi.

Kejadian tersebut sontak membuat panik pengunjung di sekitar lokasi. Pihak manajemen mall bergerak cepat melakukan penanganan awal. Tim keamanan langsung berkoordinasi dengan petugas terkait untuk mengevakuasi korban dari jeratan mesin eskalator.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Petugas pemadam kebakaran turut diterjunkan untuk membantu melepaskan kaki korban dengan aman. Setelah berhasil dievakuasi, korban segera dilarikan ke RS DKT Surakarta guna mendapatkan penanganan medis intensif.

Manajemen mall memastikan terus mendampingi keluarga korban selama proses perawatan berlangsung. Mereka juga menegaskan fokus utama saat ini adalah keselamatan korban, bukan mencari pihak yang disalahkan.

“Kami tetap mendampingi keluarga korban. Kami tidak ingin saling menyalahkan, karena yang terpenting adalah penanganan dan keselamatan,” tegas Elvira.

Baca Juga: Alexander Assad Rajin Salat tapi Tetap Ketahuan VCS Cewek Seksi, Clara Shinta Kaget Lihat Tabiat Sang Suami!

Lebih lanjut, pihak mall menyebut bahwa imbauan keselamatan sebenarnya telah rutin disampaikan kepada pengunjung. Larangan penggunaan alas kaki terbuka seperti sandal jepit saat menggunakan eskalator sudah dipasang melalui berbagai media, mulai dari layanan pelanggan hingga layar informasi di dalam mall.

Namun, insiden ini menjadi pengingat bahwa kesadaran pengunjung masih perlu ditingkatkan.

“Ke depan, kami akan lebih menggencarkan lagi imbauan keselamatan. Rambu-rambu sudah ada, awareness juga sudah disampaikan, tapi memang perlu terus diingatkan,” jelasnya.

Pihak manajemen juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih waspada saat membawa anak-anak di area eskalator. Pengawasan ketat serta penggunaan alas kaki tertutup dinilai sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Baca Juga: Siapa Guru Besar UNPAD yang Diduga Lakukan Pelecehan ke Mahasiswa Exchange? Isi Chat WhatsApp-nya Ke-Spill, Kini Dicari Warganet!

“Dimanapun berada, apalagi jika bersama anak-anak, harus lebih waspada. Saat menggunakan eskalator, sebaiknya memakai sepatu atau sandal tertutup demi keamanan dan jangan melewati garis kuning,” pungkasnya. (alf/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : solobalapan.com
bocah terjepit eskalator neo solo grand mall RS DKT Surakarta imbauan keselamatan