Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kompor Meledak di Dapur Umum Grogol, Relawan Tetap Lanjutkan Masak untuk Korban Banjir

Iwan Kawul • Kamis, 16 April 2026 | 06:13 WIB
Dapur umum banjir di Grogol Sukoharjo sempat meleduk saat memasak 2.500 porsi makanan. (IST)
Dapur umum banjir di Grogol Sukoharjo sempat meleduk saat memasak 2.500 porsi makanan. (IST)

SUKOHARJO, SOLOBALAPAN.COM – Aktivitas dapur umum untuk penanganan banjir di Kantor Kecamatan Grogol sempat diwarnai kepanikan pada Rabu (15/4) malam.

Di tengah kesibukan memasak ribuan porsi makanan bagi warga terdampak, sebuah kompor tiba-tiba meleduk dan menyambar tiga relawan yang tengah bertugas.

Baca Juga: BMKG Ungkap Fenomena Hujan Unik di Solo Raya, Warga Diminta Waspada Saat Pancaroba

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, suasana dapur umum masih ramai dengan relawan yang berjibaku menyiapkan makan malam bagi warga terdampak banjir, baik yang berada di pengungsian maupun yang masih bertahan di rumah dengan kondisi genangan air yang belum surut.

Camat Grogol, Herdis Kurnia Wijaya, mengungkapkan bahwa insiden bermula dari kompor yang diduga sudah lama tidak digunakan. Saat pertama kali dinyalakan, api sempat membesar namun masih dapat dikendalikan.

“Memang saat awal dinyalakan apinya sempat membesar. Kemudian ketika digunakan di tengah aktivitas memasak, api kembali membesar hingga akhirnya sempat terjadi ledakan kecil,” ujarnya.

Ledakan tersebut sontak membuat para relawan panik. Tiga orang yang berada paling dekat dengan sumber api terkena semburan panas. Beruntung, tidak ada korban luka serius dalam kejadian tersebut.

“Mereka hanya mengalami luka ringan dan sudah langsung mendapatkan penanganan di lokasi. Tidak sampai harus dirujuk ke rumah sakit,” imbuhnya.

Baca Juga: Justin Bieber Rajai Spotify Global Usai Nyanyikan Lagu 'Baby' di Coachella 2026: Rekor 77 Juta Streaming dalam Sehari!

Herdis menjelaskan, sejak awal para relawan sebenarnya telah mengantisipasi potensi bahaya. Barang-barang mudah terbakar, termasuk kendaraan yang berada di sekitar dapur umum, telah lebih dulu diamankan saat kompor menunjukkan gejala tidak normal.

“Untungnya kendaraan dan barang lainnya sudah dijauhkan sebelumnya, sehingga tidak merembet ke hal yang lebih besar,” katanya.

Di balik insiden tersebut, semangat gotong royong tetap terasa kuat. Dapur umum ini menjadi tumpuan utama bagi ribuan warga terdampak banjir di wilayah Grogol.

Malam itu, para relawan menargetkan memasak sekitar 2.500 porsi makanan. Bantuan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pengungsi, tetapi juga warga yang masih bertahan di rumah masing-masing, terutama di wilayah yang masih tergenang air sehingga tidak memungkinkan untuk memasak secara mandiri.

“Kami menyiapkan sekitar 2.500 porsi untuk makan malam, baik untuk pengungsi maupun warga yang masih berada di rumah terdampak banjir,” jelas Herdis.

Baca Juga: Taman Sriwedari Solo: Jejak Sejarah Keraton, Pusat Seni hingga Saksi PON Pertama Indonesia

Meski sempat terjadi insiden, proses memasak tetap dilanjutkan setelah situasi dinyatakan aman. Para relawan kembali bekerja demi memastikan distribusi makanan tidak terganggu.

Di tengah kondisi sulit akibat banjir, dapur umum menjadi simbol solidaritas dan kepedulian. Dari tempat sederhana itu, semangat berbagi terus menyala—bahkan ketika sempat diuji oleh insiden tak terduga. (kwl/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#dapur umum #penanganan banjir #kompor meleduk di dapur umum #Kecamatan Grogol #sukoharjo