Surakarta, SOLOBALAPAN.COM – Banjir kembali mengepung Kota Solo. Luapan Kali Jenes usai hujan deras berkepanjangan sejak Selasa (14/4) malam merendam belasan kelurahan dan berdampak pada ratusan kepala keluarga (KK).
Berdasarkan kaji cepat BPBD Kota Surakarta, genangan air masih terjadi hingga Rabu (15/4) pagi dan proses penanganan terus dilakukan di berbagai titik.
Baca Juga: Jalur Sukoharjo–Solo Lumpuh, Contra Flow Diberlakukan di Tanjunganom–Joyontakan
Wilayah terdampak tersebar di antaranya Kelurahan Pajang, Kelurahan Tipes, Joyosuran, Sangkrah, Bumi, Panularan, hingga Kedung Lumbu.
Di Pajang, banjir merendam puluhan rumah. Tercatat di RT 03 RW 04 sebanyak 15 KK terdampak dengan 13 rumah tergenang, sementara di RT 01 RW 14 mencapai 62 KK dengan 50 rumah terdampak.
Dampak lebih besar terjadi di Kelurahan Joyosuran, di mana 117 KK terdampak di RT 01 RW 08.
Sementara di Kelurahan Tipes, genangan meluas ke sejumlah titik dengan puluhan KK terdampak, termasuk 38 KK di RT 03 RW 13 dan 40 KK di RT 05 RW 11.
Wilayah lain seperti Kedung Lumbu dan Panularan juga mencatat dampak signifikan. Di Panularan saja, sedikitnya 90 KK terdampak di satu wilayah RT.
Tak hanya merendam permukiman, banjir juga memaksa warga mengungsi. Titik pengungsian tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya Masjid Al-Furqon Panularan, kawasan LDII Pajang, Balai Warga Totosari, hingga gedung TK di Kelurahan Bumi.
Wali Kota Solo, Respati Achmad Ardianto, menyatakan pihaknya terus memantau debit air, termasuk potensi kiriman dari wilayah hulu seperti Wonogiri dan Sukoharjo.
“Kami memantau seluruh aliran sungai yang melintasi Solo, termasuk kiriman air dari hulu. Kami siaga penuh dan mengimbau masyarakat segera melapor jika membutuhkan bantuan,” ujarnya saat ditemui di Makorem 074/Warastratama.
Pemerintah Kota Surakarta telah menurunkan personel BPBD di titik rawan seperti Pajang, Tipes, dan Bumi, serta memperkuat koordinasi lintas wilayah untuk percepatan penanganan.
Distribusi bantuan juga mulai digencarkan. Bersama PMI dan relawan, hampir 1.000 paket makanan telah disalurkan kepada warga terdampak.
“Fokus kami percepatan pemulihan, termasuk fasilitas umum dan lokasi pengungsian sementara,” kata Respati.
Selain makanan, BPBD juga menyalurkan bantuan logistik berupa 70 matras, 70 selimut, enam boks hygiene kit, serta paket sembako.
Hingga kini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD masih melakukan asesmen dan evakuasi di lapangan. Sejumlah personel disiagakan untuk memastikan keselamatan warga dan meminimalkan dampak banjir.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi dan debit sungai belum sepenuhnya stabil. (atn/an)