Sukoharjo, SOLOBALAPAN.COM – Banjir yang merendam kawasan Solo Baru berdampak langsung pada lalu lintas.
Arus kendaraan dari Sukoharjo menuju Solo melalui Tanjunganom hingga Joyontakan tersendat parah, Rabu (15/4).
Kepadatan terjadi akibat genangan air yang menutup sebagian ruas jalan, terutama di sekitar Bundaran Solo Baru. Kondisi ini membuat kendaraan hanya bisa melaju perlahan.
Kapolres Sukoharjo Anggaito Hadi Prabowo melalui Kasat Lantas Polresta Sukoharjo Dohon Okta menyebut arus lalu lintas dari arah Sukoharjo menuju Solo menjadi titik paling terdampak.
“Arus lalu lintas cukup ramai dan tersendat karena adanya genangan air di wilayah Solo Baru,” ujarnya saat memantau di lapangan.
Di sejumlah titik, ketinggian air mencapai mata kaki pengendara, sehingga kendaraan harus melambat demi keselamatan.
Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat melintas, terutama di kawasan Bundaran Pandawa dan Solo Baru.
Situasi lebih berat terjadi di kawasan Tanjunganom. Di lokasi ini, genangan air hampir setinggi lutut orang dewasa, menyebabkan antrean kendaraan mengular panjang dari arah Sukoharjo menuju Solo.
“Untuk arah Sukoharjo ke Solo padat merayap. Sedangkan dari arah Solo ke Sukoharjo relatif lebih lancar,” jelasnya.
Untuk mengurai kepadatan, petugas memberlakukan sistem contra flow di ruas terdampak. Satu lajur difungsikan khusus bagi kendaraan roda dua menuju Solo, sementara kendaraan roda empat diarahkan menggunakan lajur tertentu dengan pengawasan ketat.
“Kami berlakukan contra flow. Roda dua kami arahkan satu lajur ke Solo, sedangkan roda empat mengikuti lajur paling kanan,” tambahnya.
Selain pengaturan lalu lintas, petugas gabungan dari kepolisian, damkar, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta BPBD terus melakukan penanganan di lapangan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyedotan air agar genangan cepat surut.
“Kami terus melakukan penyedotan air bersama instansi terkait agar akses jalan kembali normal,” pungkasnya.(kwl/an)