Namun, respons cepat petugas pemadam kebakaran berhasil menjinakkan api sebelum meluas ke permukiman sekitar.
Laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 10.05 WIB dari warga bernama Rusdianto. Tanpa menunggu lama, tim Damkar langsung meluncur ke lokasi hanya dalam hitungan menit.
Baca Juga: Start Serius! Ratusan Atlet Boyolali Digembleng di Kebogiro Jelang Porprov 2026
“Petugas berangkat pukul 10.08 WIB dan tiba di lokasi pukul 10.12 WIB. Respon time kurang lebih tiga menit dengan jarak tempuh sekitar satu kilometer,” ujar Kepala Bidang Damkar Satpol PP Sukoharjo, Margono.
Api Berasal dari Dalam Kamar
Berdasarkan keterangan warga, sumber api diduga berasal dari salah satu kamar di dalam aula masjid. Saat pertama kali diketahui, api sudah dalam kondisi membesar.
“Api muncul dari kamar di dalam aula. Ketika warga menyadari, kobaran sudah cukup besar sehingga langsung menghubungi damkar,” jelas Margono.
Beruntung, petugas mampu mengendalikan situasi dengan cepat sehingga api tidak sempat menjalar ke bangunan lain di sekitarnya.
Kerugian Puluhan Juta, Bangunan Terselamatkan
Baca Juga: Citra Stadion Dipertaruhkan, DPRD Solo Desak Pembenahan Drainase Manahan
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini. Secara keseluruhan, hanya sekitar 10 persen bagian bangunan yang terdampak kebakaran.
Nilai aset aula masjid diperkirakan mencapai Rp500 juta, dengan total kerugian akibat kejadian ini sekitar Rp50 juta.
“Sekitar 90 persen bangunan berhasil diselamatkan,” imbuhnya.
Imbauan Waspada Kebakaran
Pasca kejadian, Damkar Sukoharjo kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi kebakaran yang bersumber dari instalasi listrik maupun aktivitas di ruang tertutup.
“Pastikan instalasi listrik dalam kondisi aman dan jangan meninggalkan sumber api tanpa pengawasan,” tegas Margono.
Baca Juga: Persiapan 90 Persen, 1.122 Calhaj Klaten Siap Terbang ke Tanah Suci Sesuai Jadwal
Insiden ini menjadi pengingat bahwa kecepatan respons dan kesiapsiagaan menjadi faktor krusial dalam mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar. (kwl/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto