BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Mesin sudah mulai dipanaskan! Ratusan atlet Kabupaten Boyolali resmi memasuki fase awal pemusatan latihan jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
Bertempat di Stadion Kebogiro, Kecamatan Cepogo, para atlet dari berbagai cabang olahraga langsung digembleng melalui tes fisik pada Minggu (12/4).
Ini menjadi langkah awal serius KONI Boyolali untuk membangun fondasi performa menuju ajang bergengsi tingkat provinsi tersebut.
Baca Juga: Citra Stadion Dipertaruhkan, DPRD Solo Desak Pembenahan Drainase Manahan
Ketua KONI Boyolali, Joko Raharjo, menyebut tes fisik ini menjadi tolok ukur awal kesiapan atlet sebelum masuk ke program latihan intensif masing-masing cabang.
“Tes meliputi kecepatan, daya tahan, fleksibilitas, kelincahan, hingga komposisi tubuh dan daya ledak otot. Setelah ini, program latihan akan disesuaikan dengan kebutuhan tiap cabor,” jelasnya, Selasa (14/4).
Latihan Intensif 6 Bulan
Tak main-main, KONI Boyolali telah menyiapkan program latihan jangka panjang selama enam bulan, mulai April hingga Oktober 2026.
Dalam sepekan, atlet akan menjalani hingga 12 sesi latihan—pagi dan sore—dengan hari Minggu difokuskan untuk pemulihan kondisi (recovery).
“Sebelum Porprov, akan ada uji coba dan tes fisik akhir untuk memastikan kesiapan atlet benar-benar maksimal,” tambah Joko.
36 Cabor Turun, Beberapa Atlet Absen
Baca Juga: Persiapan 90 Persen, 1.122 Calhaj Klaten Siap Terbang ke Tanah Suci Sesuai Jadwal
Dari total 37 cabang olahraga, sebanyak 36 cabor mengikuti tes fisik perdana. Sementara satu cabor, yakni menembak, belum bisa bergabung karena masih mengikuti kejuaraan nasional di Jakarta.
Wakil Ketua Umum KONI Boyolali, Rima Kusuma, menjelaskan beberapa atlet dari cabor lain juga belum sepenuhnya hadir.
“Untuk akuatik renang, dua atlet masih mengikuti kejurprov, jadi hanya satu yang ikut tes. Sementara menembak masih fokus di ajang nasional,” ujarnya.
Adapun cabor yang telah mengikuti tes antara lain pencak silat, balap sepeda, atletik, panahan, karate, wushu, taekwondo, hingga e-sport—menunjukkan kesiapan lintas sektor olahraga Boyolali.
Target Realistis, Tapi Ambisius
Sebanyak 267 atlet diproyeksikan tampil membela Boyolali di Porprov Jateng 2026. Dengan persiapan panjang ini, KONI mulai memasang target: tembus 10 besar klasemen akhir.
Baca Juga: Bara JP Sambangi Jokowi, Tegaskan Fokus Jaga Stabilitas Nasional
Target ini bukan tanpa alasan. Pada Porprov 2023 lalu, Boyolali finis di peringkat 13—dan kini ingin naik kelas.
“Melihat persiapan enam bulan ini, kami optimis bisa lebih baik. Target 10 besar sangat realistis,” tegas Joko.
Sejumlah cabang olahraga seperti balap sepeda dan pencak silat diproyeksikan menjadi lumbung medali.
Cabor Andalan Mulai Pasang Target
Dari cabang angkat besi, meski dihuni atlet muda, target tetap dipasang. PABSI Boyolali menurunkan lima atlet dengan bidikan medali.
“Target dua perunggu. Atlet kami masih belia, tapi potensinya ada. Saya sendiri juga masih turun bertanding, target pribadi di posisi tiga,” ujar Bendahara PABSI Boyolali, Gandung.
Dengan program latihan terstruktur, jumlah atlet yang solid, serta semangat kompetitif yang mulai terbangun, Boyolali kini benar-benar “memanaskan mesin”.
Porprov Jateng 2026 bukan sekadar ajang partisipasi—tapi panggung pembuktian bahwa Boyolali siap naik level. (fid/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto