Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Memasuki masa pancaroba, Wonogiri diimbau waspada angin kencang dan potensi karhutla. BPBD meminta warga melakukan antisipasi sejak dini untuk mencegah dampak bencana.

Iwan Adi Luhung • Minggu, 12 April 2026 | 10:02 WIB
BPBD meminta warga melakukan antisipasi sejak dini untuk mencegah dampak bencana. (IWAN ADI LUHUNG/SOLOBALAPAN.COM)
BPBD meminta warga melakukan antisipasi sejak dini untuk mencegah dampak bencana. (IWAN ADI LUHUNG/SOLOBALAPAN.COM)

Wonogiri, SOLOBALAPAN.COM – Pergantian musim memang tidak pernah mengirim undangan resmi. Tahu-tahu datang, dan yang tidak siap biasanya kebagian repotnya.

Wilayah Wonogiri saat ini memasuki masa pancaroba, fase “abu-abu” antara hujan dan kemarau yang sering kali menghadirkan kejutan, terutama berupa angin kencang.

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, mengungkapkan bahwa curah hujan mulai menurun pada April, dan wilayah ini diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada akhir bulan.

Baca Juga: Menu Gratis, Risiko Mahal: Puluhan Siswa SMPN Kalikotes Diduga Keracunan MBG

“Prediksinya, curah hujan mulai turun di April. Akhir April sudah masuk kemarau,” ujarnya.

Namun, sebelum benar-benar kering, masa pancaroba justru menjadi fase yang perlu diwaspadai. Sebab, di tengah kondisi cuaca yang masih labil, angin kencang kerap muncul tanpa banyak kompromi.

“Ada dinamika atmosfer. Hujan masih ada, tapi yang perlu diwaspadai angin kencang,” jelasnya.

Angin kencang di Wonogiri bukan cerita baru. Setiap tahun, kejadian pohon tumbang hingga kerusakan ringan di permukiman kerap terjadi—biasanya bukan karena anginnya yang luar biasa, tapi karena kesiapan yang biasa-biasa saja.

Baca Juga: Damkar Boyolali Evakuasi Ular Sanca Kembang Usai Memangsa Ayam

Karena itu, langkah antisipasi sederhana justru menjadi kunci. Salah satunya dengan memangkas dahan pohon yang sudah terlalu rimbun, terutama yang berada di sekitar rumah warga.

“Pohon yang bebannya sudah berat sebaiknya dipangkas,” imbuh Fuad.

Selain ancaman angin, BPBD juga mengingatkan bahwa musim kemarau membawa risiko lain yang tak kalah serius, yakni kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal-hal sepele seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah tanpa pengawasan bisa menjadi pemicu bencana yang lebih besar.

Masyarakat pun diimbau untuk lebih berhati-hati. Karena pada akhirnya, bencana sering kali bukan hanya soal alam yang berubah, tapi juga soal manusia yang kadang lupa bersiap. (al/an)


 

Editor : Andi Aris Widiyanto
#pergantian musim #wilayah wonogiri #angin kencang wonogiri #pohon tumbang #curah hujan tinggi