SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Masalah penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah bagi Persis Solo di kompetisi BRI Super League 2025/2026. Minimnya konversi peluang kembali terlihat saat Laskar Sambernyawa menghadapi PSM Makassar pada pekan ke-26, Sabtu (4/4/2026).
Dalam laga tersebut, Persis mencatatkan 11 tembakan dengan hanya 4 yang tepat sasaran. Dari jumlah itu, hanya satu gol yang tercipta melalui aksi Roman Paparyha setelah memanfaatkan umpan Andrei Alba.
Baca Juga: Pelajar Jadi Tersangka Duel Maut di Sragen, Dipicu Saling Ejek di Depan Toilet
Pelatih kepala Persis Solo, Milomir Seslija, mengakui bahwa timnya masih perlu meningkatkan efektivitas di depan gawang. Meski demikian, ia melihat adanya perkembangan positif dalam permainan tim.
“Saya pikir ada banyak hal bagus yang ditunjukkan para pemain. Kami akan terus bekerja untuk meningkatkan penyelesaian akhir,” ujar Milo, Selasa (7/4/2026).
Menariknya, pelatih asal Bosnia tersebut menegaskan bahwa tanggung jawab mencetak gol tidak hanya dibebankan kepada striker. Ia menuntut seluruh pemain untuk berani mengambil peran dalam menciptakan dan menyelesaikan peluang.
“Ini bukan hanya tentang satu atau dua pemain yang mencetak gol, tetapi seluruh tim harus bisa mencetak gol,” tegasnya.
Milo bahkan mencontohkan bahwa permasalahan serupa juga dialami klub-klub besar dunia seperti Real Madrid dan Liverpool, sehingga hal tersebut merupakan bagian dari dinamika dalam sepak bola.
Selain itu, ia menilai inkonsistensi yang dialami Persis tak lepas dari proses pembentukan tim baru usai perombakan besar di paruh musim. Menurutnya, waktu dan peningkatan chemistry menjadi kunci untuk memperbaiki performa tim.
Salah satu contoh kontribusi dari luar lini depan terlihat dari Dejan Tumbas yang beberapa kali mampu menciptakan ancaman meski tidak berposisi sebagai penyerang utama.
Ke depan, Milo menegaskan akan terus melatih para pemain agar lebih berani mengambil keputusan saat menguasai bola dan meningkatkan peran ofensif dari semua lini.
Dengan delapan laga tersisa, Persis Solo dituntut tampil lebih konsisten. Pasalnya, hasil di sisa musim akan sangat menentukan posisi mereka agar terhindar dari zona degradasi.
Baca Juga: Pemkot Solo Perkuat Penanganan Stunting, Fokus pada Lingkungan dan Sosial
“Saya berharap tim terus berkembang dari pertandingan ke pertandingan. Kondisi fisik juga harus tetap terjaga karena jadwal ke depan tidak mudah,” pungkasnya.
Editor : Andi Aris Widiyanto