SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Di tengah tren blokecore yang makin menggila, banyak orang berburu jersey vintage luar negeri demi tampil “otentik”.
Tapi siapa sangka, dari Boyolali justru muncul “pemain baru” yang berhasil mencuri panggung—bahkan sampai dilirik orang nomor dua di Indonesia.
Adalah jersey milik Persebi Boyolali yang mendadak viral berkat desainnya yang nyeleneh tapi ngena: penuh ilustrasi karikatural dengan sentuhan kultur khas Boyolali.
Tak tanggung-tanggung, perhatian juga datang dari Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang ikut menyoroti dan memberikan apresiasi terhadap karya tersebut di media sosial. Dari situ, efek domino pun tak terhindarkan—jersey lokal ini langsung naik kelas.
Di balik desain yang mencuri perhatian itu, ada tangan kreatif dari brand apparel lokal Oliver. Sang pemilik, Huda Sulistyo, menyebut bahwa kunci dari viralnya jersey ini bukan sekadar “bagus”, tapi berani tampil beda.
“Sekarang kolektor itu bukan cuma cari jersey yang bagus, tapi yang unik dan punya cerita. Dari situ kami coba angkat identitas Boyolali ke dalam desain,” ujarnya.
Alih-alih mengikuti arus desain mainstream, tim Oliver justru mengambil jalur yang lebih berani: memasukkan elemen kultur lokal ke dalam visual jersey. Hasilnya? Sebuah produk yang tak hanya enak dipakai, tapi juga “bercerita”.
Baca Juga: Tragedi SMPN 2 Sumberlawang: Keluarga Korban Tunggu Keadilan, Pelaku Masih Bungkam
Efek viral pun terasa nyata. Jersey yang awalnya hanya menyasar pasar lokal, mendadak diburu kolektor dari berbagai daerah. Bahkan, mereka yang tak punya keterikatan dengan Persebi pun ikut mengincarnya.
Harga? Jangan kaget.
Jika awalnya jersey ini dijual di kisaran Rp249 ribu, kini di tangan kolektor bisa tembus hingga di atas Rp1 juta. Bukan tanpa alasan—produksi yang terbatas membuatnya berubah dari sekadar merchandise menjadi barang koleksi.
“Karena memang sudah tidak diproduksi lagi, jadi nilainya naik. Itu yang bikin banyak kolektor berburu,” jelas Huda.
Melihat respons pasar yang luar biasa, kolaborasi antara Persebi dan Oliver pun berlanjut. Tahun ini, desain baru tengah disiapkan dengan pendekatan yang lebih serius dan profesional—tanpa meninggalkan identitas lokal yang jadi kekuatan utama.
Apalagi, peluang Liga 4 Nasional yang mulai terbuka untuk Persebi Boyolali bisa menjadi panggung berikutnya untuk kembali mengulang fenomena viral tersebut.
Baca Juga: DPR Setuju, Pengusaha Menjerit: Ini Alasan Pemerintah Usulkan Vape Dilarang di Indonesia
Cerita jersey Persebi ini seolah jadi tamparan halus bagi anggapan lama: bahwa produk lokal hanya jadi pelengkap. Faktanya, dengan kreativitas yang berani dan identitas yang kuat, karya daerah justru bisa melampaui batas—dari Boyolali untuk Indonesia. (hj/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto