KARANGANYAR, SOLOBALAPAN.COM – Malam yang seharusnya tenang di Kecamatan Kerjo mendadak berubah menjadi kepanikan.
Sebuah kandang ayam berukuran besar tiba-tiba roboh pada Rabu malam (sekitar pukul 22.00 WIB), menyeret ribuan ayam siap panen ke dalam reruntuhan.
Suara gemuruh runtuhnya bangunan memecah kesunyian, mengejutkan warga sekitar. Dalam hitungan detik, kandang sepanjang kurang lebih 30 meter itu ambruk, menimpa sekitar 5.000 ekor ayam yang sudah memasuki masa panen.
Di balik peristiwa ini, tersimpan ancaman kerugian besar yang kini menghantui sang pemilik, Suwarto (50), warga Dusun Dumpul RT 03 RW 06, Desa Sumberejo.
Camat Kerjo, Wardoyo, mengungkapkan bahwa kandang tersebut diduga roboh akibat kondisi bangunan yang sudah lama rapuh dan tak lagi mampu menahan beban.
“Material kayu dan bambu yang digunakan sudah mengalami pelapukan. Struktur bangunan tidak lagi kuat, sehingga akhirnya ambruk,” jelasnya.
Reruntuhan kandang menyisakan pemandangan memilukan. Ayam-ayam yang sebelumnya siap dipanen kini terjebak di bawah kayu dan bambu yang berserakan. Sebagian berhasil diselamatkan, namun tak sedikit yang terdampak dan berpotensi mati.
Warga bersama petugas bergerak cepat melakukan evakuasi darurat di tengah gelapnya malam. Mereka berupaya menyelamatkan ayam yang masih hidup, sembari membersihkan puing-puing bangunan yang menumpuk.
Baca Juga: Wanita Asal Grobogan Ditemukan Tewas di Sawah Sragen, Diduga Korban Pembunuhan
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, bayang-bayang kerugian besar kini menghantui pemilik kandang yang harus merelakan sebagian hasil panennya terancam gagal.
Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan pendataan untuk menghitung total kerugian yang dialami korban.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi para peternak. Pemerintah kecamatan mengimbau agar kondisi kandang diperiksa secara berkala, terutama yang masih menggunakan material alami seperti kayu dan bambu, guna menghindari tragedi serupa terulang.
Di balik reruntuhan kandang itu, tersisa satu hal yang jelas: harapan panen yang nyaris runtuh bersama bangunan yang lapuk dimakan waktu. (rud/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto