Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Detik-Detik Mencekam di Laweyan, ODGJ Mengamuk dan Hampir Picu Kebakaran

Antonius Christian • Senin, 30 Maret 2026 | 13:11 WIB
Seorang ODGJ mengamuk di Kerten, Solo dan nyaris membakar rumahnya sendiri. (ILUSTRASI)
Seorang ODGJ mengamuk di Kerten, Solo dan nyaris membakar rumahnya sendiri. (ILUSTRASI)

 

SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Suasana tenang di kawasan Jalan Kepodang I RT 02/RW 01, Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan, mendadak berubah mencekam.

Seorang pria yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mengamuk dan nyaris membakar rumahnya sendiri.

Pria tersebut diketahui bernama Heru Supriyanto. Dalam kondisi emosi yang tak terkendali, ia diduga hendak melakukan aksi berbahaya yang bisa memicu kebakaran di permukiman padat.

Warga yang panik hanya bisa berjaga dari kejauhan, khawatir api benar-benar berkobar dan menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya.

Baca Juga: Mauro Zijlstra Absen di Final FIFA Series 2026 Akibat Cedera, Jens Raven Siap Gantikan Posisinya Hadapi Bulgaria di GBK

Emosi Meledak, Situasi Nyaris Tak Terkendali

Dari informasi yang dihimpun, Heru diduga mengalami tekanan emosional yang cukup berat. Perasaan kurang mendapat perhatian dari keluarga, ditambah keluhan sakit pada kaki yang tak kunjung ditangani, memicu ledakan emosi.

Kondisi tersebut membuat situasi di lokasi semakin tegang. Setiap gerakan Heru berpotensi memicu hal yang lebih besar.

Tak ingin risiko semakin meluas, warga segera melapor ke pihak kepolisian.

Polisi dan Warga Berpacu dengan Waktu

Laporan tersebut langsung direspons cepat. Bhabinkamtibmas Kelurahan Kerten, Aiptu Galuh Sudarmono, bersama anggota Linmas segera meluncur ke lokasi.

Sesampainya di lokasi, mereka dihadapkan pada situasi genting. Namun alih-alih mengambil tindakan keras, petugas memilih pendekatan berbeda—lebih tenang, lebih manusiawi.

Dengan komunikasi dialogis dan pendekatan persuasif, Galuh mencoba menenangkan Heru yang masih diliputi emosi.

“Petugas mengedepankan pendekatan dialogis dan persuasif untuk meredam emosi yang bersangkutan. Alhamdulillah situasi dapat dikendalikan tanpa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Berakhir Tanpa Korban

Upaya tersebut membuahkan hasil. Setelah melalui proses yang cukup menegangkan, Heru akhirnya berhasil ditenangkan tanpa adanya korban maupun kerusakan.

Ia kemudian diajak untuk mendapatkan penanganan medis demi memastikan kondisi kesehatan fisik dan mentalnya.

Petugas bersama warga membawa Heru ke Puskesmas Purwosari untuk pemeriksaan awal. Dari hasil pemeriksaan, ia direkomendasikan menjalani penanganan lanjutan.

Selanjutnya, Heru dirujuk ke Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta guna mendapatkan perawatan lebih intensif.

Peran Warga Jadi Kunci

Baca Juga: Tak Ada Tim Lemah di PFL 2, Maestro Solo FC Siap Tempur

Selain penanganan di lapangan, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan keluarga agar lebih memperhatikan kondisi Heru ke depan.

“Kami juga berdialog dengan keluarga agar lebih memperhatikan kondisi yang bersangkutan, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambah Galuh.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan kejadian serupa. Menurutnya, peran aktif warga sangat penting dalam mencegah situasi berbahaya berkembang lebih jauh.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa respons cepat, komunikasi yang tepat, dan kepedulian lingkungan bisa menjadi penentu antara potensi bencana dan keselamatan. (atn/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#orang dengan gangguan jiwa #odgj mengamuk #tekanan emosional #pihak kepolisian #penanganan medis #odgj