Berita Utama Ekonomi Entertainment Kesehatan Lifestyle Ngabuburit Otomotif Persis Solo Sepak Bola Solo Raya Sport Sriwedaren Teknologi Tempoe Doeloe Wisata & Kuliner Wisata dan Kuliner

Kunjungan Tertutup Fadli Zon ke Krendowahono, Desa Justru Tak Dilibatkan

Rudi Hartono RS • 2026-03-27 14:56:39
Menteri Kebudayaan Fadli Zon kunjungi Petilasan Krendowahono di Karanganyar secara tertutup. (RUDI HARTONO RS / SOLOBALAPAN.COM)
Menteri Kebudayaan Fadli Zon kunjungi Petilasan Krendowahono di Karanganyar secara tertutup. (RUDI HARTONO RS / SOLOBALAPAN.COM)

 

KARANGANYAR, SOLOBALAPAN.COM – Kunjungan kerja Fadli Zon ke Situs Petilasan Alas Krendowahono di Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jumat (27/3), menyisakan tanda tanya.

Alih-alih menjadi agenda terbuka yang melibatkan unsur lokal, kunjungan tersebut justru berlangsung tertutup—bahkan tanpa sepengetahuan pemerintah desa setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan tiba sekitar pukul 10.30 WIB. Agenda diawali dengan doa bersama di kawasan petilasan, kemudian dilanjutkan peninjauan ke Petilasan Selo Ambangun Topo di kawasan Alas Krendowahono. Sekitar pukul 11.25 WIB, rombongan langsung meninggalkan lokasi.

Baca Juga: Nyaris Satu Tim Habis Kontrak, Persis Solo Masih Sibuk Diam

Kunjungan tersebut diikuti sekitar 30 orang, termasuk perwakilan dari Keraton Surakarta Hadiningrat. Hadir pula Gusti Kanjeng Ratu Koes Murtiyah Wandasari selaku Pangageng Sasono Wilopo, serta KPH Eddy S Wirabhumi, bersama unsur TNI-Polri.

Secara substansi, kunjungan ini disebut sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pelestarian situs budaya dan sejarah lokal.

Alas Krendowahono sendiri memang dikenal sebagai kawasan yang memiliki nilai historis tinggi dan kerap digunakan dalam kegiatan adat Keraton Surakarta.

Namun di balik itu, muncul catatan penting: koordinasi.

Baca Juga: Sukoharjo Jadi Jalur Favorit Mudik, 300 Ribu Kendaraan Melintas Selama Lebaran 2026

Kepala Desa Krendowahono, Syarif Hidayat, mengaku tidak menerima informasi sebelumnya terkait agenda kunjungan tersebut.

“Terus terang kami tidak mengetahui agenda itu. Mungkin ini agenda internal, karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan ke kami pemerintah desa,” ujarnya.

Pernyataan tersebut seolah menegaskan bahwa kunjungan yang membawa nama pelestarian budaya justru berjalan tanpa melibatkan pihak yang sehari-hari berada paling dekat dengan situs tersebut.

Padahal, keterlibatan pemerintah desa dinilai krusial, bukan hanya untuk menjaga kondusivitas wilayah, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun sinergi dalam pengelolaan kawasan budaya.

Baca Juga: Hadapi Kemarau 2026, Sukoharjo Revitalisasi Dam Cendono dan Siapkan Mitigasi Air

Di sisi lain, kunjungan ini tetap dipandang memiliki nilai strategis. Selain mendorong pelestarian warisan budaya, perhatian dari pemerintah pusat juga berpotensi membuka peluang pengembangan sektor pariwisata serta peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

Sayangnya, potensi besar itu tampak belum diimbangi dengan komunikasi yang setara.

Ke depan, pelestarian budaya bukan hanya soal hadir dan meninjau—tetapi juga tentang melibatkan, mendengar, dan berjalan bersama masyarakat yang selama ini menjaga warisan tersebut tetap hidup. (rud/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#gusti kanjeng ratu koes murtiyah wandansari #keraton surakarta #Alas Krendowahono #petilasan #kabupaten karanganyar #fadli zon