Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

BAIS TNI Itu Apa? Viral 4 Orang Ditangkap di Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Ternyata Para Anggota TNI

Laila Zakiya • Sabtu, 21 Maret 2026 - 18:55 WIB

Dua pria berinisial BHC dan MAK yang diduga sebagai eksekutor penyiraman air keras kepada Aktivis KontraS Andrie Yunus.
Dua pria berinisial BHC dan MAK yang diduga sebagai eksekutor penyiraman air keras kepada Aktivis KontraS Andrie Yunus.

SOLOBALAPAN.COM - Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, kini memasuki babak baru setelah identitas para pelaku mulai terungkap.

Publik dibuat terkejut karena empat orang yang diamankan ternyata merupakan anggota militer aktif.

Fakta ini memicu pertanyaan luas di masyarakat, terutama terkait lembaga tempat para pelaku bertugas, yakni BAIS TNI.

4 Pelaku Ternyata Anggota BAIS TNI

Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI telah mengamankan empat prajurit yang diduga terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Mereka kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.

Dalam konferensi pers di Mabes TNI, Danpuspom TNI, Yusri Nuryanto, mengungkapkan identitas satuan para pelaku.

"Kami sampaikan bahwa keempat yang diduga pelaku ini semuanya anggota dari Denma BAIS TNI, bukan dari satuan mana-mana tapi dari Denma BAIS TNI," ungkap Danpuspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto.

Keempat pelaku diketahui berasal dari matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU). Mereka juga memiliki pangkat yang berbeda, mulai dari Kapten hingga Sersan Dua.

"Jadi Kapten NDB, Lettu SL, Lettu BHW, Serda ES," sambungnya.

Saat ini, seluruh tersangka telah diamankan dan ditahan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Proses hukum masih berjalan, termasuk pendalaman terkait motif serta kemungkinan adanya pihak yang memberi perintah.

Proses Hukum Masih Berjalan

Puspom TNI menegaskan bahwa penanganan kasus ini akan dilakukan secara profesional dan transparan. Selain pemeriksaan terhadap pelaku, penyidik juga tengah mengumpulkan bukti serta keterangan saksi.

"Ini sekarang yang diduga 4 tersangka sudah kita amankan di Puspom TNI untuk dilakukan pendalaman ke tingkat penyidikan," ujarnya.

Tak hanya itu, pihak TNI juga masih mendalami peran masing-masing pelaku dalam kejadian tersebut, termasuk kemungkinan adanya aktor lain di balik aksi penyiraman.

"Jadi kita masih mendalami ya, mendalami karena baru tadi pagi diserahkan ke kita nih, sedang proses penyidikan," sambungnya.

Selain motif, penyidik juga menelusuri apakah tindakan tersebut dilakukan atas perintah pihak tertentu.

"Terkait perintah siapa nih? Jadi nanti kita masih sedang mendalami karena perlu istilahnya pengumpulan saksi, kemudian bukti-bukti yang ada," tandasnya kemudian.

BAIS TNI Itu Apa?

Di tengah ramainya kasus ini, publik mulai menyoroti peran dan fungsi BAIS TNI.

BAIS TNI merupakan singkatan dari Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia.

Lembaga ini berada langsung di bawah Markas Besar TNI dan memiliki peran penting dalam sistem pertahanan negara.

Secara umum, BAIS TNI bertugas menjalankan kegiatan intelijen strategis, termasuk pengumpulan informasi, analisis ancaman, serta pengamanan negara dari berbagai potensi gangguan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Organisasi ini dipimpin oleh Kepala BAIS (Kabais) dan bertanggung jawab langsung kepada Panglima TNI.

Dalam operasionalnya, BAIS juga melakukan fungsi penyelidikan, pengamanan, hingga penggalangan intelijen.

Sorotan Publik dan Pertanyaan Besar

Kasus ini menjadi perhatian luas karena melibatkan aparat negara yang seharusnya bertugas menjaga keamanan.

Publik kini menanti hasil penyidikan lebih lanjut, termasuk kejelasan motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Di sisi lain, TNI menegaskan komitmennya untuk mengusut kasus ini hingga tuntas dan memastikan proses hukum berjalan secara transparan.

Dengan berkembangnya kasus ini, pemahaman masyarakat tentang peran BAIS TNI pun ikut meningkat, sekaligus menyoroti pentingnya akuntabilitas dalam institusi pertahanan negara. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #kontras #penyiraman air keras #bais tni #aktivis ham #Andrie Yunus