SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Kebakaran terjadi di Gardu Induk 150 kV Jajar yang berada di Jalan Soeharso No. 53, Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Senin malam (16/3).
Peristiwa tersebut sempat membuat warga sekitar panik setelah terdengar suara ledakan keras dari dalam area gardu induk.
Kapolsek Laweyan, Dani Herlambang, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 23.45 WIB. Saat itu, seorang saksi bernama Jendi yang merupakan driver ULTG Surakarta mendengar suara ledakan dari dalam gardu induk.
“Menurut keterangan saksi, awalnya terdengar ledakan cukup keras dari dalam gardu induk. Tidak lama kemudian terlihat api muncul dari Trafo 2 dengan kapasitas 60 MVA,” ujar Kompol Dani Herlambang.
Mengetahui adanya kebakaran tersebut, saksi langsung meminta petugas keamanan setempat, Andri Ervianto, untuk segera menghubungi petugas pemadam kebakaran Kota Surakarta.
Respons cepat pun dilakukan oleh petugas. Satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 00.10 WIB. Tak lama berselang, armada tambahan dikerahkan hingga total enam unit mobil damkar serta dua unit kendaraan dari BPBD Kota Surakarta.
Petugas langsung melakukan upaya pemadaman begitu tiba di lokasi. Api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 00.40 WIB.
“Petugas langsung melakukan pemadaman setibanya di lokasi hingga api berhasil dipadamkan,” jelasnya.
Dalam peristiwa tersebut, polisi memastikan tidak ada korban jiwa. Namun, hingga kini kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
“Untuk korban jiwa nihil. Sedangkan kerugian material masih belum bisa ditaksir karena masih menunggu pengecekan lebih lanjut dari pihak PLN,” katanya.
Kompol Dani menambahkan, titik pusat kebakaran berada di Trafo 2 di Gardu Induk 150 kV Jajar. Saat ini pihak kepolisian masih berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
“Dugaan awal belum bisa disimpulkan. Kami masih menunggu hasil investigasi dari pihak PLN. Setelah ada rilis resmi, baru bisa dipastikan penyebabnya,” tegasnya.
Sebagai langkah pengamanan sekaligus kepentingan penyelidikan, Polresta Surakarta melalui tim identifikasi akan memasang garis polisi di lokasi kejadian setelah mendapat izin dari pihak PLN.
“Kami akan memasang police line di lokasi kejadian agar proses investigasi dapat berjalan maksimal,” pungkasnya. (atn)
Editor : Andi Aris Widiyanto