Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Perkuat Siskamling, Pemkot Solo dan Kepolisian Hadirkan Layanan Safe House 110

Silvester Kurniawan • Kamis, 12 Maret 2026 | 16:48 WIB

SINERGI : Pemerintah Kota Surakarta bersama Polresta Surakarta menghadirkan Layanan Safe House 110.
SINERGI : Pemerintah Kota Surakarta bersama Polresta Surakarta menghadirkan Layanan Safe House 110.

SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Pemerintah Kota Surakarta bersama Polresta Surakarta menghadirkan Layanan Safe House 110 sebagai upaya memperkuat keamanan lingkungan.

Program ini merupakan tindak lanjut dari Gerakan Warga Solo (GWS) yang sebelumnya telah berjalan untuk meningkatkan kondusivitas wilayah melalui Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menegaskan program yang digagas bersama Polresta Surakarta tersebut bertujuan meningkatkan keamanan lingkungan sekaligus mempercepat penanganan berbagai kasus kekerasan di masyarakat.

Baca Juga: Kabar Kurang Sedap! Persija Pincang Lawan Dewa United, Bomber Asal Marokol Alaeddine Ajaraie Absen Akibat Cedera

Menurutnya, Layanan Safe House 110 juga dapat menjadi garda terdepan dalam penanganan korban kekerasan, seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) maupun perundungan (bullying).

Karena itu, Pemkot Solo akan menggandeng berbagai tokoh agama agar rumah-rumah ibadah seperti masjid, gereja, dan tempat ibadah lainnya dapat difungsikan sebagai titik aman bagi warga yang membutuhkan perlindungan.

“Misalnya ada korban kekerasan rumah tangga, korban bisa menyelamatkan diri ke Safe House terdekat dan menghubungi 110. Nanti bisa langsung terhubung dengan pihak berwenang untuk segera ditindaklanjuti. Kuncinya adalah early warning system (EWS) yang ada di wilayah,” ujar Respati, Kamis (12/3).

Respati berharap peningkatan kondusivitas wilayah ini mampu mempercepat penanganan tindak kekerasan sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi korban.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Satlinmas, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Saya harap tiga unsur ini bisa terus memonitor kondisi wilayah dan tetap terkoneksi dengan masyarakat. Karena itu saya mendorong kegiatan siskamling bisa digiatkan kembali,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur C Wibowo menambahkan bahwa Layanan Safe House 110 bertujuan menghubungkan masyarakat secara langsung dengan kepolisian sehingga sinergi dalam menjaga keamanan wilayah semakin kuat.

Baca Juga: Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Penuhi Panggilan KPK Sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji Rp 622 M, Apakah Langsung Ditahan?

Dengan sistem tersebut, laporan masyarakat dapat lebih cepat diterima dan segera ditindaklanjuti oleh aparat.

“Melalui Layanan Safe House 110 ini, tiga pilar keamanan seperti Linmas, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas bisa semakin dekat dengan masyarakat.

Harapannya warga tidak sungkan untuk melapor dan petugas juga lebih mudah mengajak masyarakat terlibat aktif dalam menjaga keamanan kampung,” ujar Kapolresta. (ves/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#kdrt #pemerintah kota surakarta #GWS #early warning system (EWS) #sistem keamanan lingkungan #layanan safe house 110 #bullying #wali kota surakarta respati ardi #polresta surakarta