SUKOHARJO, SOLOBALAPAN.COM – Bocah yang hanyut di saluran irigasi Dam Colo Timur, Desa Kenokorejo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (5/3). Korban ditemukan di area sipon atau saringan saluran irigasi sekitar pukul 15.45 WIB.
Korban diketahui berinisial S (8), warga Dukuh Serut RT 01 RW 02, Desa Kenokorejo, Kecamatan Polokarto. Sebelumnya korban dilaporkan hanyut saat bermain air di saluran irigasi bersama temannya sekitar pukul 13.00 WIB.
Wakil Komandan SAR Sukoharjo, Muhklis, mengatakan korban ditemukan setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sepanjang aliran irigasi dari titik awal kejadian.
“Korban akhirnya ditemukan di sipon atau saringan saluran irigasi sekitar pukul 15.45 WIB dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.
Menurut Muhklis, lokasi penemuan korban berjarak sekitar 1,5 kilometer dari titik awal korban terakhir terlihat.
“Jarak sipon dengan lokasi anak terakhir terlihat terjun ke sungai sekitar 1,5 kilometer. Kemungkinan korban terbawa arus hingga tersangkut di saringan tersebut,” jelasnya.
Sebelumnya, tim SAR gabungan menerima laporan sekitar pukul 13.00 WIB mengenai dua anak yang bermain di saluran irigasi. Salah satu anak kemudian hanyut karena tidak bisa berenang.
“Kami menerima informasi sekitar pukul 13.00 WIB bahwa ada dua anak bermain di sungai irigasi dan satu anak hanyut karena tidak bisa berenang,” kata Muhklis.
Setelah menerima laporan tersebut, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian dengan membagi beberapa Search and Rescue Unit (SRU).
Tim SRU darat ditempatkan di sejumlah pintu air, sementara SRU air melakukan penyisiran menggunakan pelampung di sepanjang aliran irigasi.
Tim juga menurunkan SRU selam karena di beberapa titik saluran irigasi terdapat kedung yang cukup dalam.
Dalam proses pencarian tersebut, sekitar 23 hingga 30 personel SAR gabungan diterjunkan. Mereka berasal dari Kantor SAR Surakarta, BPBD Kabupaten Sukoharjo, Polsek Polokarto, serta dibantu warga sekitar.
Sementara itu, Saiman, orang tua dari anak yang berada di lokasi kejadian, mengaku tidak mengetahui jika anaknya pergi bermain ke sungai.
“Anak saya tidak pamit, cuma main. Saya tidak tahu kalau ke sungai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setelah adzan Dzuhur anaknya sempat pulang ke rumah. Namun sekitar 15 menit kemudian kembali keluar hingga akhirnya muncul kabar ada anak yang hanyut.
“Setelah adzan Dzuhur sebenarnya pulang, lalu keluar lagi. Selang sekitar 15 menit saya dapat kabar ada kejadian itu,” katanya.
Menurutnya, anaknya sempat berusaha menolong korban namun tidak berhasil karena korban sudah tenggelam.
“Anak saya mau menolong korban, tapi tidak bisa. Lalu dia berteriak ke tanggul meminta bantuan,” jelasnya.
Ia pun menjemput anaknya yang masih syok setelah menyaksikan kejadian tersebut.
“Saya jemput dan saya bopong pulang karena masih trauma di pinggir sungai,” ungkapnya.
Setelah ditemukan, jenazah korban kemudian dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (kwl/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto