SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Sebanyak 120 jamaah umroh asal Solo sempat tertunda kepulangannya akibat ketegangan politik dan konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Namun, saat ini proses pemulangan ke Tanah Air tengah berlangsung.
Ketua Perhimpunan Pengusaha Biro Ibadah Umroh dan Haji Indonesia (Perpuhi) Kota Surakarta, Her Suprabu, membenarkan adanya jamaah asal Solo yang tertahan dalam beberapa waktu terakhir.
“Kemarin sempat ada 120 jamaah yang tertunda, tetapi Alhamdulillah semua difasilitasi oleh maskapai seperti penginapan dan kebutuhan makan,” ujarnya, Rabu (4/3).
Baca Juga: Bantah Tudingan OTT KPK, Fadia Arafiq Bawa-bawa Nama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi usai Jadi Tersangka dan Pakai Rompi Oranye, Keluarga Terlibat?
Jalur Umroh dan Haji Tetap Dibuka
Her Suprabu memastikan jalur ibadah umroh dan haji dari Indonesia masih dibuka. Namun, penerbangan kini diprioritaskan menggunakan maskapai dengan rute langsung (direct flight) tanpa transit atau melintasi wilayah yang sedang berkonflik.
Menurutnya, dalam 10 hari terakhir bulan Ramadan hingga Syawal, masih terdapat sekitar 25–30 keberangkatan jamaah dari Solo Raya yang menggunakan penerbangan langsung seperti Lion dan Garuda.
“Tadi pagi juga masih ada yang berangkat dan masih normal, kecuali untuk pesawat dengan rute penerbangan ke Qatar, Dubai, dan lainnya yang berisiko konflik. Mitigasinya diganti pesawat atau dilakukan penjadwalan ulang agar ada solusi terbaik,” jelasnya.
Pemkot Solo Siap Kawal Kepulangan
Terpisah, Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengaku waswas atas situasi konflik di Timur Tengah. Pemerintah Kota Surakarta memastikan akan ikut mengawal kepulangan jamaah umroh dan haji asal Solo.
Meski sempat terjadi keterlambatan, ratusan jamaah asal Solo dilaporkan sudah kembali ke rumah dengan selamat.
“Bagi warga yang ada kendala di sana, terutama warga Solo, bisa berkomunikasi dengan kami. Kami akan menjembatani komunikasi dengan Kementerian Haji dan Umrah untuk mengawal kepulangan dengan baik,” tegasnya saat koordinasi dengan Perpuhi Solo. (ves/an)