SURAKARTA, SOLOBALAPAN.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Safari Ramadan bertajuk “Pengajian Ramadan 1447 H dan Penguatan Arah Pengembangan 777 Prioritas, Program, Strategi, dan Dampak One UMS”.
Kegiatan ini menyasar seluruh sivitas akademika dan berlangsung di Ruang Seminar Gedung Serbaguna Ahmad Syafii Maarif Lantai 8 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS pada 26 dan 28 Februari 2026.
Rektor UMS, Harun Joko Prayitno, menegaskan bahwa konsep 777 prioritas merupakan arah strategis yang harus diwujudkan dalam bentuk program nyata dan berdampak luas.
Menurutnya, tujuh prioritas, tujuh strategi, dan tujuh program tidak cukup berhenti pada tataran perencanaan. Implementasi serta kontribusi yang terukur menjadi kunci keberhasilan.
“Sebenarnya tujuh prioritas, tujuh strategi dan tujuh program itu mudah. Sekarang harus ditambah dengan tujuh kontribusi, tetapi yang paling penting adalah dampaknya. Kontribusi bagi universitas dan masyarakat,” ujarnya, Jumat (27/2).
Ia juga mengingatkan bahwa seluruh kerja sivitas akademika tidak terlepas dari nilai spiritual dan pertanggungjawaban kepada Allah SWT.
“Sesungguhnya pekerjaan kita ini diawasi oleh Allah. Apa yang kita kerjakan nanti akan dimintai pertanggungjawaban, Allah berfirman dalam surat At-Taubah ayat 105. Maka integritas menjadi kunci,” tegasnya.
Momentum Hijrah Progresif
Baca Juga: Agar Anak Tangguh dan Ceria Saat Puasa, Ini Strategi Orang Tua
Harun menilai Ramadan harus dimaknai sebagai momentum hijrah progresif dalam tata kelola kampus. Transformasi yang dilakukan UMS, lanjutnya, harus bersifat berkelanjutan dan mampu menjaga kualitas akademik, riset, pengabdian masyarakat, serta reputasi internasional.
Ia juga menekankan pentingnya semangat kolektif dalam mewujudkan konsep One UMS sebagai identitas bersama.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Ini kerja kolektif, kerja berjamaah. One UMS harus menjadi kekuatan bersama,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Badan Pimpinan Harian (BPH) UMS, Marpuji Ali, menegaskan pentingnya silaturahmi, kebersamaan, dan semangat memajukan persyarikatan sebagai landasan moral membangun institusi.
Sementara itu, Wakil Rektor I UMS, Ihwan Susila, menekankan penguatan mutu akademik dan percepatan kelulusan tepat waktu.
“Kita dorong layanan pendidikan yang adaptif, digital, dan berdaya saing. Mahasiswa harus memiliki kompetensi, sertifikasi, dan pengalaman global,” ujarnya.
Wakil Rektor II, Muhammad Da'i, menambahkan bahwa peningkatan kesejahteraan serta optimalisasi tata kelola menjadi bagian dari komitmen universitas.
“InsyaaAllah kesejahteraan akan terus kita evaluasi dan tingkatkan secara terukur,” katanya.
Adapun Wakil Rektor IV, EM Sutrisna, menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia dan peningkatan capaian guru besar sebagai fondasi reputasi institusi.
Melalui Pengajian Ramadan ini, UMS menegaskan komitmennya untuk terus bertumbuh secara spiritual dan strategis, menghadirkan program prioritas yang tidak hanya terencana, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kemajuan universitas serta masyarakat luas. (an)
Editor : Andi Aris Widiyanto