SOLOBALAPAN.COM – Sebuah babak baru dalam sejarah administrasi aset Kota Solo resmi tertulis.
Setelah melewati proses diplomasi yang panjang selama 14 tahun—melintasi estafet kepemimpinan empat Wali Kota—lahan strategis milik Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) di Jalan Slamet Riyadi Nomor 306 akhirnya resmi menjadi milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta, Rabu (25/2/2026).
Lahan seluas kurang lebih 2.960 meter persegi di jantung kota ini kini diproyeksikan menjadi pusat optimalisasi program Rumah Siap Kerja, sebuah angin segar bagi peningkatan kualitas SDM warga Solo.
Estafet Perjuangan: Dari Visi Pak Rudy ke Eksekusi Respati
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya.
Ia mengakui bahwa keberhasilan ini tak lepas dari fondasi kuat yang dibangun para pendahulunya, terutama FX Hadi Rudyatmo (Rudy).
Berdasarkan catatan, lobi-lobi intensif dimulai sejak era Pak Rudy. Kala itu, Rudy bermimpi Solo memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) mandiri yang dikelola penuh oleh Pemkot, terpisah dari BLK milik kementerian yang ada di Jalan Bhayangkara.
Pak Rudy berulang kali meyakinkan pusat bahwa aset tersebut akan jauh lebih bermanfaat jika dipegang langsung oleh daerah.
"Alhamdulillah, penantian panjang ini berakhir. Kami sangat mengapresiasi kerja keras walikota-walikota terdahulu. Ini adalah bukti bahwa kesinambungan visi itu nyata untuk warga Solo," ujar Respati Ardi.
Disulap Jadi Pusat Pelatihan Kerja Modern
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surakarta, Budi Murtono, menegaskan bahwa hibah ini bersifat bersyarat. Aset tersebut wajib dimanfaatkan untuk urusan ketenagakerjaan.
Rencananya, area belakang yang saat ini masih berupa bangunan eks perumahan pegawai kementerian akan direvitalisasi total.
Lokasi yang berada di jalur utama (Slamet Riyadi) menjadikannya akses termudah bagi warga yang ingin mengurus administrasi maupun mengasah keterampilan.
Kado Manis untuk Generasi Muda Solo
Dengan kepemilikan penuh ini, Pemkot Solo kini memiliki keleluasaan membangun Rumah Siap Kerja yang lebih representatif.
Nantinya, tempat ini akan bertransformasi menjadi UPTD BLK yang modern.
Fasilitas ini disiapkan sebagai wadah bagi anak muda Solo untuk upskilling atau meningkatkan keahlian teknis sebelum terjun ke dunia industri yang kian kompetitif.
Keberhasilan hibah ini menambah daftar panjang aset pusat yang berhasil "ditarik" untuk kemaslahatan warga Kota Bengawan. (ves/dam)
Editor : Damianus Bram