SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Suasana siang di jantung Kota Solo mendadak berubah tegang. Sebuah pohon asem jawa berukuran raksasa tiba-tiba tumbang di ruas Jalan Slamet Riyadi, tepatnya di depan Hotel Megaland Solo, Rabu (25/2) sekitar pukul 11.00 WIB.
Dentuman keras terdengar saat batang berdiameter besar itu roboh menghantam aspal. Beruntung, arus lalu lintas tengah relatif lengang. Beruntung tidak ada kendaraan yang tertimpa, dan peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Batang pohon yang besar dan berat sempat menutup hampir separuh badan jalan. Lalu lintas tersendat, pengendara memperlambat laju kendaraan, sementara warga sekitar berhamburan keluar memastikan situasi.
Petugas gabungan dari BPBD Kota Surakarta, kepolisian, DLH, serta tim SAR dibantu warga langsung bergerak cepat.
Dengan peralatan pemotong, batang dan ranting pohon dipangkas secara bertahap agar tidak mengganggu arus kendaraan lebih lama.
Proses evakuasi berlangsung relatif singkat, sekitar 15 menit. Setelah batang utama dipotong dan disingkirkan ke tepi jalan, arus lalu lintas kembali normal.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Surakarta, Ari Dwi Daryatmo, mengatakan laporan masuk dari masyarakat tepat sekitar pukul 11.00 WIB dan tim segera diterjunkan.
“Kita tadi ada laporan yang masuk dari masyarakat sekitar jam 11.00 WIB, kemudian kita langsung meluncur ke sini sekitar 10 menit kemudian. Dari kepolisian juga ikut membantu karena kondisi pohonnya besar dan jatuh sampai ke tengah, menutupi jalan,” ujarnya di lokasi kejadian.
Diduga Faktor Usia dan Cuaca
Menurut Ari, tumbangnya pohon diduga kuat dipicu faktor usia serta kondisi cuaca yang tak menentu di musim penghujan.
“Kelihatannya usia pohonnya sudah tua. Kalau kita lihat tadi akarnya sudah growong, ditambah musim seperti ini. Harapannya masyarakat selalu waspada, terlebih di musim penghujan saat ini. Tapi kejadian ini tidak sampai menyebabkan korban,” jelasnya.
Personel kepolisian turut membantu mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan panjang. Posisi pohon yang jatuh tepat di tengah ruas jalan berpotensi melumpuhkan salah satu jalur utama Kota Solo tersebut.
Baca Juga: Gus Miftah Gelar Tausiah dan Bukber di Colosseum Jakarta, Tegaskan Dakwah Tanpa Menghakimi
Saksi: Terdengar Suara Keras Sebelum Roboh
Subianto (35), warga yang melintas saat kejadian, mengaku terkejut ketika mendengar suara patahan kayu yang keras sebelum pohon ambruk.
“Saya tadi mau lewat, tiba-tiba terdengar suara keras seperti kayu patah, lalu pohonnya langsung roboh ke tengah jalan. Untung lagi sepi, tidak ada kendaraan yang tepat di bawahnya,” tuturnya.
Saksi lain, Dwi Santoso (56), seorang juru parkir tak jauh dari lokasi, menyebut pohon tersebut memang sudah lama terlihat tua dan rapuh. Bahkan, rantingnya kerap rontok saat angin kencang.
“Pohonnya memang sudah besar dan tua. Kalau angin kencang sering ada ranting yang jatuh. Tadi pas tumbang, orang-orang langsung keluar lihat, untung tidak ada korban,” ungkapnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa musim penghujan menyimpan potensi bahaya tersembunyi, terutama dari pepohonan tua di tepi jalan protokol.
Warga diimbau tetap waspada, terutama saat melintas di bawah pohon besar ketika cuaca ekstrem melanda. (atn/an)