Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Perang Sarung Nyaris Ricuh di Jalan Mojo Solo, Belasan Remaja Dibawa ke Mapolresta

Antonius Christian • Senin, 23 Februari 2026 | 13:45 WIB

ILUSTRASI : Tim Sparta Polresta Surakarta mengamankan 12 remaja yang terlibat perang sarung di Jalan Mojo, Jebres, Solo, Minggu (22/2) malam.
ILUSTRASI : Tim Sparta Polresta Surakarta mengamankan 12 remaja yang terlibat perang sarung di Jalan Mojo, Jebres, Solo, Minggu (22/2) malam.

SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Aksi perang sarung yang kerap dianggap sebagai tradisi Ramadan ternyata berpotensi memicu konflik serius.

Sedikit saja terlambat ditangani, kegiatan tersebut bisa berujung bentrokan antar kelompok remaja.

Hal itu terjadi di kawasan Jalan Mojo, Jebres, Minggu (22/2) malam. Tim Sparta Satuan Samapta Polresta Surakarta bergerak cepat membubarkan aksi perang sarung yang melibatkan dua kelompok remaja di depan Pasar Mebel.

Sebanyak 12 remaja diamankan setelah petugas menerima laporan masyarakat melalui Call Center Tim Sparta. Saat itu, petugas yang tengah berpatroli langsung menuju lokasi kejadian.

Baca Juga: Rafinha Jadi Pahlawan! PSIS Semarang Curi Poin Penuh di Markas Deltras Sidoarjo

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kasat Samapta Kompol Edi Sukamto menjelaskan, setibanya di lokasi, petugas mendapati kerumunan remaja yang tengah terlibat ketegangan.

“Mendapat laporan tersebut, Tim Sparta langsung menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, benar didapati kerumunan anak muda yang sedang beradu tegang. Mengetahui kedatangan petugas, mereka berusaha melarikan diri,” ujar Kompol Edi.

Petugas melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan 12 remaja yang berasal dari berbagai wilayah Solo Raya, yakni Sragen, Sukoharjo, serta Kota Surakarta.

Dari lokasi, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa empat sarung yang telah dimodifikasi, dua batang petasan kembang api, dua pak petasan lombok, dua batang bambu, tujuh unit sepeda motor, serta 11 unit telepon genggam.

“Barang bukti tersebut diduga digunakan untuk mendukung aksi perang sarung,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil interogasi awal, para remaja mengakui terlibat aksi perang sarung dengan kelompok lain. Aksi tersebut sempat dibubarkan warga. Namun, kesalahpahaman yang terjadi memicu adu mulut dan nyaris berujung bentrokan fisik karena jumlah massa yang seimbang.

“Situasi di lapangan saat itu cukup tegang. Jika terlambat sedikit saja, potensi bentrokan fisik sangat besar,” jelas Kompol Edi.

Baca Juga: Bedah Rumus 2N+1 LPDP: Mengapa Dwi Sasetyaningtyas Lunas Tapi Sang Suami Diduga Melanggar?

Adapun identitas remaja yang diamankan yakni SDK (22), IAA (18), BPS (15), SA (21), dan RAK (18), warga Sragen; ADN (19), warga Banjarsari; DCS (19), DSA (18), dan ADK (15), warga Jebres; JOR (20) dan RAR (18), warga Sukoharjo; serta SJB (21), warga Laweyan.

Selanjutnya, seluruh remaja beserta barang bukti dibawa ke Mapolresta Surakarta dan diserahkan ke piket Reskrim serta Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk proses lebih lanjut sesuai prosedur.

Polresta Surakarta mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama pada malam hari.

Aksi perang sarung yang berkembang menjadi adu kekuatan dinilai tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pelaku maupun masyarakat sekitar. (atn/an)

 
 
 
Editor : Andi Aris Widiyanto
#tradisi ramadhan #Kapolresta Surakarta #kelompok remaja #tim sparta #konflik serius #perang sarung