SOLOBALAPAN.COM – Pemerintah Kota Surakarta meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap larangan pedagang kaki lima (PKL) takjil di jalan protokol yang sempat menuai sorotan.
Pengawasan selama Ramadan ditegaskan mengedepankan koordinasi intensif dan pendekatan humanis.
Ditemui di kawasan Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengapresiasi keberadaan PKL takjil di wilayah tersebut.
Ia menilai aktivitas pedagang dan pembeli yang berlangsung setiap Ramadan dari tahun ke tahun telah dikelola dengan baik oleh masyarakat setempat, termasuk pengaturan lokasi berdagang dan kantong parkir.
“Di Jayengan ini sangat berkomitmen. Bertahun-tahun sudah diselenggarakan untuk pedagang takjil. Di sini juga sudah disediakan kantong parkir. Yang perlu diperhatikan, kalau pembeli masih belanja dari atas motor dan belum turun, kami imbau untuk turun dengan rapi dan masuk ke kantong parkir saat nglarisi UMKM kita,” ujar Astrid.
Ia menegaskan, Pemkot tidak serta-merta melakukan penertiban jika aktivitas perdagangan telah melalui koordinasi dengan unsur kewilayahan dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Sebelumnya, penertiban yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surakarta di kawasan Pasar Klewer sempat memicu reaksi dari pedagang dan sejumlah massa.
Meski terjadi adu argumentasi, Pemkot memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan melalui dialog.
“Kemarin sudah ada negosiasi dengan Dinas Perdagangan dan Satpol PP. Nanti ada imbauan dari pemerintah untuk tempat-tempat yang lebih nyaman. Yang penting ada komitmen bersama menjaga ketertiban,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Arif Handoko, meminta masyarakat yang hendak berjualan takjil secara berkelompok atau komunal agar berkoordinasi dengan lurah atau camat setempat.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan lokasi yang digunakan sudah sesuai dan tidak mengganggu arus lalu lintas maupun ketertiban umum.
“Masyarakat bisa komunikasi dengan lurah atau camat setempat karena ada lokasi-lokasi yang sudah disiapkan. Atau kalau tingkat kota bisa langsung menghubungi kami di Dinas Perdagangan,” tegas Arif.
Pemkot Surakarta berharap, melalui komunikasi dan komitmen bersama, aktivitas ekonomi selama Ramadan tetap berjalan lancar tanpa mengesampingkan aspek ketertiban dan kenyamanan publik. (ves/an)