BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Aksi tawuran antar remaja dilaporkan terjadi di Jalan Raya Boyolali–Klaten, tepatnya di depan SPBU Miliran, Kecamatan Mojosongo, Jumat (20/2) dini hari. Beruntung, aksi tersebut berhasil dibubarkan jajaran Polres Boyolali.
Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Indrawan Wira Saputra, membenarkan adanya laporan terkait tawuran tersebut.
Peristiwa yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) itu pertama kali dilaporkan sekitar pukul 01.30 WIB.
“Sekitar pukul 01.30 WIB, kami mendapatkan informasi telah terjadi tawuran (perang sarung) yang terjadi di lokasi tersebut,” jelasnya, Jumat (20/2).
Diduga, aksi perang sarung itu melibatkan dua kelompok pemuda yang berasal dari wilayah Kabupaten Boyolali dan Klaten.
Mendapat laporan tersebut, petugas langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), polisi berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku.
“Saat di TKP, telah diamankan dua orang pemuda pelaku perang sarung. Untuk dua orang ini kita lakukan pembinaan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, sebelumnya menyatakan pihaknya akan menggencarkan patroli serta memberikan imbauan kepada masyarakat demi menjaga kondusivitas wilayah, terutama menjelang dan selama bulan Ramadan.
Fokus utama imbauan tersebut adalah mencegah aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum dan keselamatan warga.
“Kami menghimbau kepada warga masyarakat Boyolali untuk menghindari permainan petasan, karena sangat membahayakan dan mengganggu keselamatan warga sendiri,” ujarnya.
Selain petasan, Kapolres juga menyoroti fenomena lain yang kerap muncul saat Ramadan dan berpotensi memicu gangguan kamtibmas, seperti balap liar dan perang sarung yang dapat berkembang menjadi tawuran.
“Beberapa hal itu yang kami sampaikan dan kami harapkan warga Boyolali dapat menaati imbauan tersebut,” tuturnya. (fid/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto