Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Polisi Tetapkan Satu Anak sebagai Pelaku Penganiayaan Siswa SD di Wonogiri

Iwan Adi Luhung • Rabu, 18 Februari 2026 | 16:18 WIB

ILUSTRASI Penganiayaan temean kelas
ILUSTRASI Penganiayaan temean kelas

WONOGIRI, SOLOBALAPAN.COM – Polisi menetapkan seorang anak berinisial R (11) sebagai pelaku dugaan penganiayaan yang mengakibatkan DRP (11) meninggal dunia. Keduanya diketahui merupakan teman sekelas di kelas 5 SD Nurul Falah.

Kasatreskrim Polres Wonogiri Iptu Agung Sedewo mengatakan, penetapan status tersebut dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi.

“Yang bersangkutan mengakui perbuatannya. Peristiwa itu dilakukan di dalam kelas,” ujar Agung, Rabu (18/2/2026).

Baca Juga: Daftar Mengerikan Lini Serang Persis Solo Usai Febri Hariyadi Masuk: Ada 11 Nama, Siapa Bakal Tergeser?

Saling Ejek Berujung Kekerasan

Peristiwa terjadi pada Sabtu (14/2/2026) saat pergantian jam pelajaran. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban dan pelaku terlibat saling ejek terkait nama orang tua dan dijodoh-jodohkan oleh teman sekelas.

Situasi kemudian memanas hingga keduanya berkelahi. Pelaku diduga menjegal korban hingga terjatuh, lalu menduduki dan mencekik korban. Saat mencekik, pelaku juga mendorong kepala korban hingga membentur lantai kelas.

“Korban sempat melawan. Ada tiga temannya yang menyaksikan kejadian di kelas dan sempat mencoba melerai,” terang Agung.

Korban Sempat Mengeluh Pusing dan Muntah

Usai kejadian, korban tercatat tiga kali muntah, dua kali di tempat wudu dan sekali di kamar mandi sekolah. Korban juga sempat mengeluhkan pusing kepada temannya.

Kondisi korban kemudian memburuk. Pihak sekolah berupaya membawa korban ke klinik untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, korban meninggal dunia dalam perjalanan.

“Informasi dari klinik, korban sudah meninggal saat tiba di sana,” kata Agung.

Baca Juga: Panduan Penukaran Tiket Persib vs Ratchaburi FC: Cek Lokasi dan Syarat Wajib Gelang Penanda!

Polisi menduga kuat kekerasan yang dialami korban menjadi penyebab meninggalnya korban. Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan, termasuk mendalami alasan keterlambatan pelaporan ke pihak kepolisian serta informasi awal yang sempat disampaikan kepada keluarga korban bahwa korban mengalami masuk angin.

“Total ada sekitar 15 orang yang telah diperiksa, termasuk teman korban, pihak sekolah, dan yayasan,” pungkasnya. (al/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#wonogiri #perkelahian #penganiayaan #sd nurul falah #anak #Jam pelajaran #korban meninggal dunia