Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

UPDATE, Jasad Yazid Trailrunner yang Hilang di Bukit Mongkrang Dibawa ke RSUD Karanganyar, Evakuasi Lewat Jalur Beruk

Laila Zakiya • Selasa, 10 Februari 2026 | 18:25 WIB

 

Operasi SAR pencarian pendaki Yazid Ahmad Firdaus di Bukit Mongkrang resmi ditutup.
Operasi SAR pencarian pendaki Yazid Ahmad Firdaus di Bukit Mongkrang resmi ditutup.

SOLOBALAPAN.COM - Kabar duka menyelimuti komunitas pendaki dan trail runner Tanah Air.

Yazid Ahmad Firdaus (26), yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Bukit Mongkrang, Tawangmangu, Karanganyar, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah 24 hari pencarian.

Yazid ditemukan pada Selasa (10/2/2026) pagi di aliran sungai kawasan Mitis, wilayah yang dikenal memiliki kontur terjal dan medan ekstrem.

 

Proses penemuan dilakukan oleh relawan gabungan yang tetap melakukan pemantauan meski operasi SAR resmi telah ditutup pada Sabtu (31/1/2026).

Upaya mandiri para relawan inilah yang akhirnya membuahkan hasil.

Kepastian lokasi dan kondisi korban juga diperkuat melalui rekaman suara relawan yang beredar di media sosial.

Dalam rekaman tersebut terdengar pernyataan, “Ketemunya di mana mas? Ketemunya di aliran sungai. Ketemunya, ya, MD. Kondisinya MD.”

Percakapan lanjutan memastikan kabar tersebut bukan informasi palsu.

Sudah ketemu beneran nggak? Sudah ketemu beneran. Beneran. Nggak bohongan ini. Ini beneran.”

Evakuasi Ekstrem Lewat Jalur Sungai Beruk

Proses evakuasi jasad Yazid dilakukan dengan perjuangan berat.

Relawan Satber Beruk, Jatiyoso, Sido Mursyid, menjelaskan bahwa korban ditemukan di bawah aliran Tapaknogo, tersangkut di batang kayu dan tertutup batang pohon pisang dari bekas longsoran.

“Ya tadi kita sampai sana itu memang menemukan survivor, itu sudah keadaan MD dan kemungkinan besar asumsi kami itu karena terjadi kecelakaan mungkin jatuh karena setelah jatuh terbawa arus,” ujar Sido Mursyid.

Medan yang sangat terjal membuat evakuasi tidak memungkinkan melalui jalur pendakian.

Satu-satunya akses adalah menyusuri aliran sungai.

“Luar biasa, sangat-sangat luar biasa, butuhkan perjuangan yang sangat luar biasa karena medan yang sangat terjal dan licin,” lanjutnya.

Evakuasi dilakukan secara manual dengan estafet tandu dan pikulan oleh sekitar 40 relawan.

Proses pembungkusan jasad selesai sekitar pukul 13.00 WIB dan membutuhkan waktu kurang lebih lima jam hingga berhasil dibawa ke pemukiman.

Lokasi penemuan korban masih berada di wilayah Tawangmangu.

Namun, karena kemiringan tebing yang ekstrem, jasad tidak memungkinkan dievakuasi ke arah Tawangmangu maupun basecamp Mongkrang.

“Jadi satu-satunya jalan kita bawa menuju sungai ke jalur beruk,” jelas Sido Mursyid.

Setelah berhasil dibawa turun, jenazah Yazid dievakuasi menggunakan ambulans melalui Dusun Pondok, Desa Beruk, Jatiyoso.

Berdasarkan informasi relawan, jenazah diberangkatkan menuju RSUD Karanganyar sekitar pukul 17.48 WIB.

Kronologi Hilangnya Yazid

Sebelumnya, Yazid dilaporkan hilang sejak Minggu (18/1/2026) saat mendaki Bukit Mongkrang bersama tiga rekannya.

Rombongan terpisah di sekitar Pos 3 saat perjalanan turun gunung.

Tiga rekan Yazid berhasil kembali ke basecamp, sementara Yazid tidak kunjung menyusul hingga sore hari.

Operasi SAR dimulai pada Senin (19/1/2026) dan berlangsung selama 13 hari sebelum akhirnya ditutup tanpa hasil.

Dengan ditemukannya Yazid, pencarian panjang tersebut akhirnya berakhir.

Duka mendalam mengalir dari keluarga, komunitas pendaki, hingga masyarakat luas. (lz)

 
Editor : Laila Zakiya
#rsud karanganyar #bukit mongkrang #Yazid Ahmad Firdaus #beruk #jatiyoso #evakuasi