SOLOBALAPAN.COM - Kabar ditemukannya seorang trail runner bernama Yazid Ahmad Firdaus di kawasan Bukit Mongkrang, Karanganyar, mendadak viral di media sosial dan grup percakapan.
Informasi tersebut menyebar luas setelah muncul pesan berantai di grup WhatsApp yang menyebutkan lokasi penemuan berada di Jurang Tapak Nogo.
Pesan yang beredar di grup WhatsApp berbunyi:
“Maringi info lurr..
Orang hilang di mongkrang yazid alfirdaus baru saja di temukan di jurang tapak nogo..”
Meski cepat menyebar dan memicu respons publik, hingga kini kabar tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang, yakni BPBD dan Basarnas.
Apa Itu Jurang Tapak Nogo?
Jurang Tapak Nogo merupakan salah satu area ekstrem yang berada di kawasan Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Lokasinya berada tidak jauh dari Gunung Lawu dan dikenal sebagai jurang dengan karakter medan vertikal yang sangat terjal.
Secara geografis, Jurang Tapak Nogo terletak di atas Pos 3 jalur pendakian Bukit Mongkrang.
Area ini kerap menjadi titik krusial dalam operasi pencarian dan penyelamatan, terutama dalam kasus pendaki atau pelari lintas alam yang dilaporkan hilang.
Medan Ekstrem dan Risiko Tinggi
Jurang Tapak Nogo dikenal sebagai salah satu jurang terdalam di kawasan tersebut.
Kondisi medan yang hampir tegak lurus membuat proses penelusuran tidak bisa dilakukan sembarangan.
Tim SAR yang diterjunkan ke area ini umumnya membutuhkan keahlian khusus serta peralatan vertical rescue untuk menuruni dan menyisir lokasi.
Pada awal 2026, kawasan ini sempat menjadi fokus utama pencarian Tim SAR Gabungan dalam operasi pendaki hilang.
Tingkat kesulitan medan menjadi tantangan tersendiri, baik dari sisi cuaca, vegetasi rapat, hingga minimnya akses evakuasi.
Kabar Penemuan Masih Menunggu Kepastian
Hingga saat ini, informasi mengenai ditemukannya Yazid Ahmad Firdaus masih bersifat sementara.
Belum ada pernyataan resmi dari BPBD maupun Basarnas yang mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut, termasuk kondisi korban maupun detail proses evakuasi jika benar ditemukan.
Masyarakat dan warganet diimbau untuk tetap menunggu informasi resmi dari otoritas terkait agar tidak terjadi kesimpangsiuran berita, mengingat lokasi pencarian berada di kawasan ekstrem dengan risiko tinggi. (lz)