SUKOHARJO, SOLOBALAPAN.COM – Harga cabai rawit merah menjadi komoditas dengan lonjakan tertinggi di Kabupaten Sukoharjo pada pekan pertama Februari 2026.
Berdasarkan pantauan harga di empat pasar tradisional hingga Sabtu (7/2), harga cabai rawit merah menembus angka Rp78.000 per kilogram, naik tajam dibandingkan posisi akhir Januari lalu.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Sukoharjo, Sumarno, saat dikonfirmasi Senin (9/2), mengungkapkan bahwa tren kenaikan harga cabai rawit merah telah terjadi sejak pertengahan Januari dan terus berlanjut memasuki awal Februari.
“Cabai rawit merah mengalami kenaikan paling signifikan dibandingkan komoditas bahan pokok penting (bapokting) lainnya. Pada Januari 2026 harganya masih sekitar Rp64.000 per kilogram, lalu naik menjadi Rp68.250 per kilogram di awal Februari, dan pada 6 Februari sudah mencapai Rp78.000 per kilogram,” ujarnya.
Menurut Sumarno, lonjakan harga tersebut tidak hanya terjadi di Sukoharjo, tetapi merata di wilayah Solo Raya bahkan hampir seluruh Jawa Tengah. Kondisi ini dipicu oleh menurunnya produksi akibat faktor cuaca yang kurang mendukung.
“Saat ini daerah penghasil cabai rawit merah di Jawa Tengah jumlahnya terbatas. Di sisi lain, produksi menurun karena pengaruh cuaca, sementara permintaan masyarakat justru meningkat,” jelasnya.
Selain cabai rawit merah, sejumlah komoditas bapokting lainnya juga terpantau mengalami kenaikan harga, meskipun tidak setinggi cabai rawit merah.
Harga cabai merah besar naik dari Rp26.750 per kilogram pada Januari menjadi Rp29.000 per kilogram di minggu pertama Februari. Cabai merah keriting turut merangkak dari Rp30.000 per kilogram menjadi Rp31.750 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas daging ayam broiler. Dari sebelumnya Rp36.750 per kilogram pada Januari, harga naik menjadi Rp37.250 per kilogram, bahkan sempat menyentuh Rp38.000 per kilogram pada Jumat (6/2). Telur ayam ras ikut terkerek Rp750 per kilogram, dari Rp26.250 menjadi Rp27.000 per kilogram.
Sementara itu, harga gula pasir naik tipis dari Rp16.875 per kilogram menjadi Rp17.000 per kilogram. Untuk bawang putih honan, terjadi fluktuasi dari Rp32.500 per kilogram pada Januari menjadi Rp33.500 per kilogram pada pekan pertama Februari 2026.
Sumarno menegaskan pihaknya terus melakukan pemantauan harga secara berkala dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pasokan bapokting di pasar tradisional Kabupaten Sukoharjo.
“Kami akan terus memonitor perkembangan di lapangan agar masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar,” tandasnya. (kwl/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto