Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Pagi Kelabu di Tanon: Sakila Aswaq Fauziah Tutup Usia dalam Kecelakaan Gemolong–Sragen

Ahmad Khairudin • Selasa, 3 Februari 2026 | 09:21 WIB

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Gemolong–Sragen tepat di depan Puskesmas Tanon 2, mengakibatkan seorang remaja putri 19 meninggal dunia.
Kecelakaan maut terjadi di Jalan Gemolong–Sragen tepat di depan Puskesmas Tanon 2, mengakibatkan seorang remaja putri 19 meninggal dunia.

SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM – Pagi yang seharusnya berjalan seperti biasa di depan Puskesmas Tanon 2 mendadak berubah menjadi suasana duka.

Deru kendaraan di Jalan Raya Gemolong–Sragen terhenti sejenak setelah kecelakaan lalu lintas terjadi, Senin (2/2) sekitar pukul 08.15 WIB.

Seorang remaja putri berusia 19 tahun kehilangan nyawa di lokasi, sementara dua korban lain harus dilarikan ke rumah sakit dengan luka serius.

Korban meninggal diketahui bernama Sakila Aswaq Fauziah (19), warga Desa Jono, Kecamatan Tanon. Benturan keras membuatnya mengalami cedera kepala berat disertai sejumlah luka terbuka. Upaya pertolongan yang datang cepat tak mampu menyelamatkan nyawanya.

Baca Juga: Adik Pertanyakan Sosok Ayah Ressa Rizky Rossano, Denada Kebingungan Sang Anak Selama Ini Malah Panggil 'Mbak'?

Sekretaris PSC 119 Sukowati Sragen, dr. Nengah Adnyana Oka Manuaba, menuturkan bahwa laporan kejadian diterima dari warga dan relawan ambulans tak lama setelah peristiwa berlangsung.

Tim medis Puskesmas Tanon 2 yang hanya berjarak beberapa meter dari titik kecelakaan segera bergerak.

“Korban atas nama Sakila dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia ke Instalasi Forensik RSUD dr. Soeratno Gemolong menggunakan ambulans Puskesmas Tanon 2,” jelas dr. Oka.

Dua Korban Selamat dengan Luka Fraktur

Selain Sakila, dua korban lain yakni Linda Widyawati (33) dan Anwar (40), keduanya warga Desa Sunggingan, Kecamatan Miri, berhasil diselamatkan meski mengalami luka cukup berat.

Keduanya menderita fraktur tertutup pada bagian tangan, namun berada dalam kondisi sadar saat dievakuasi.

Penanganan awal dilakukan di UGD Puskesmas Tanon 2. Setelah kondisi relatif stabil, keduanya dirujuk ke IGD RSUD dr. Moewardi Surakarta menggunakan ambulans NU Tanon untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.

Koordinasi penanganan melibatkan banyak pihak: PSC 119 Sukowati, tenaga medis Puskesmas Tanon 2, aparat kepolisian, relawan Ambulans NU Tanon, serta warga sekitar yang sigap membantu mengamankan lokasi.

Jalur Rawan Kecelakaan

Baca Juga: Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe, Trump, dan Teka-teki 'Indonesian CIA' yang Disensor, Ada Apa Sebenarnya?

Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Namun ruas Gemolong–Sragen memang kerap disebut sebagai jalur padat dengan mobilitas tinggi, terutama pada jam berangkat kerja dan sekolah.

Tragedi ini kembali menjadi pengingat pahit bahwa kewaspadaan di jalan tak boleh ditawar. Kecepatan, kelalaian sekecil apa pun, bisa berujung kehilangan yang tak tergantikan.

Bagi keluarga Sakila, Senin pagi itu bukan sekadar kabar kecelakaan—melainkan hari ketika harapan masa depan seorang anak harus terhenti di atas aspal jalan raya. (din/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#sragen #kecelakaan lalulintas #korban meninggal #gemolong #remaja putri