SOLOBALAPAN.COM - Kinerja pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang profesional kembali mengantarkan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta meraih prestasi membanggakan.
Sekolah yang berdiri sejak 1935 ini sukses menyabet penghargaan Kantor Layanan Lazismu dengan Campaign Terbaik dalam ajang Lazismu Solo Award 2025.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Lazismu Kota Surakarta Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Seminar Lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Minggu (1/2/2026).
Diapresiasi karena Transparansi dan Inovasi Digital
Melalui Humas sekolah, Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas keseriusan Kantor Layanan Lazismu (KLL) sekolah dalam mengelola penghimpunan dana ZIS secara berkelanjutan dan akuntabel.
“Kita selalu transparan, dan berkelanjutan sepanjang tahun 2025 dan inovasi donasi yang ditayangkan 24 jam baik di website sekolah maupun tv lokal sekolah dan videotron sekolah,” ujar Jatmiko.
Pendekatan inovatif tersebut dinilai berhasil meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperluas partisipasi warga sekolah dan masyarakat dalam gerakan filantropi.
ZIS Jadi Modal Investasi Sosial dan Kemanusiaan
Menurut Dwi Jatmiko, keberhasilan penghimpunan dana ZIS bukan sekadar capaian administratif, tetapi menjadi fondasi penting dalam memperluas program-program sosial yang dijalankan Lazismu SD Muhammadiyah 1 Solo.
Dana yang terkumpul dimanfaatkan untuk program investasi sosial, kemanusiaan, hingga pemberdayaan masyarakat yang sejalan dengan nilai-nilai Islam dan pendidikan karakter.
Landasan Qurani dalam Gerakan Filantropi
Dalam keterangannya, Jatmiko juga mengutip landasan teologis yang menjadi ruh gerakan Lazismu di lingkungan sekolah. Ia merujuk pada QS Az-Zariyat ayat 19:
"Pada harta benda mereka ada hak bagi orang miskin yang meminta dan yang tidak meminta".
Ia menjelaskan bahwa ayat tersebut menegaskan keseimbangan antara ibadah ritual dan kepedulian sosial.
Umat Islam tidak hanya dituntut melaksanakan salat, tetapi juga aktif berbagi melalui zakat dan infak fi sabilillah.
Selain itu, ia juga mengutip QS Al-Baqarah ayat 261 tentang keutamaan bersedekah:
“Pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. Kita lihat QS AlBaqarah ayat261,” tegasnya.
Harapan Jadi Inspirasi dan Pengembangan Sekolah
Sebagai alumni Program Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, Jatmiko menyampaikan rasa syukur sekaligus harapan agar capaian ini dapat menginspirasi lembaga pendidikan lainnya.
“Terima kasih kepada Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Surakarta Reynal Falah atas penghargaannya, menginspirasi lembaga lain. Dan ke depan mampu menjadi jembatan untuk pengembangan sekolah dan pendirian TK di Kadipiro Solo,” tutur Jatmiko.
Penghargaan ini sekaligus menegaskan peran SD Muhammadiyah 1 Solo tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai pusat penggerak filantropi dan nilai kepedulian sosial berbasis sekolah. (**)
Editor : Laila Zakiya