KARANGANYAR, SOLOBALAPAN.COM – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap pendaki Yazid Ahmad Firdaus yang dilaporkan hilang di kawasan Bukit Mongkrang, Tawangmangu, resmi dihentikan.
Keputusan tersebut diambil setelah seluruh tahapan pencarian dilakukan secara maksimal sesuai prosedur.
Operasi SAR melibatkan tim gabungan dari Basarnas, BPBD Karanganyar, TNI, Polri, serta berbagai unsur relawan.
Selama beberapa hari, petugas menyisir jalur pendakian hingga titik-titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban.
Meski operasi pencarian telah ditutup, pengelola Bukit Mongkrang menegaskan bahwa aktivitas pendakian untuk masyarakat umum masih dibatasi. Hingga kini belum ada kepastian kapan jalur pendakian akan kembali dibuka.
“Pendakian untuk umum masih kami tutup. Yang diperbolehkan beraktivitas hanya pengelola, pegawai Tahura, dan warga sekitar,” ujar Naryono, salah satu pengelola Bukit Mongkrang saat dihubungi Radar Solo, Senin (2/2).
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil sebagai langkah kehati-hatian. Pihak pengelola masih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jalur, termasuk aspek keamanan dan mitigasi risiko sebelum nantinya diputuskan untuk dibuka kembali.
Sementara itu, Basarnas menyampaikan bahwa penghentian operasi SAR telah melalui mekanisme koordinasi bersama seluruh pihak terkait, termasuk keluarga korban. Meski pencarian resmi berakhir, pemantauan tetap dilakukan apabila muncul informasi baru di lapangan.
“Sesuai kesepakatan, koordinasi, dan musyawarah bersama tim serta keluarga, operasi SAR sudah ditutup. Selanjutnya kami menunggu informasi terbaru dari pihak terkait,” terang Kepala BPBD Karanganyar Hendro Prayitno sebelumnya.
Pengelola Bukit Mongkrang mengimbau masyarakat dan para pendaki untuk mematuhi kebijakan yang berlaku. Langkah pembatasan ini disebut semata demi keselamatan bersama sekaligus memberi ruang bagi proses evaluasi menyeluruh di kawasan wisata alam tersebut. (rud/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto