Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Dukun Magang, Film Horor Komedi yang Adu Logika Gen Z dengan Ilmu Mistis

Andi Aris Widiyanto • Selasa, 27 Januari 2026 | 15:24 WIB

Film horor komedi Dukun Magang memadukan teror mistis, humor Gen Z, dan kisah pencarian jati diri. Dibintangi Jefan Nathanio dan Hana Saraswati, siap hadir di bioskop.
Film horor komedi Dukun Magang memadukan teror mistis, humor Gen Z, dan kisah pencarian jati diri. Dibintangi Jefan Nathanio dan Hana Saraswati, siap hadir di bioskop.

SOLOBALAPAN.COM – Tren film komedi di Indonesia tengah berada di puncaknya. Tak sedikit film bergenre ini sukses mencatatkan jumlah penonton tinggi.

Di tengah euforia tersebut, hadir sebuah tontonan segar yang memadukan horor mistis khas Indonesia dengan komedi ringan ala Gen Z. Film horor komedi terbaru berjudul Dukun Magang kini mulai ramai diperbincangkan para pecinta film tanah air.

Diproduksi oleh Dens Vision Multimedia, film ini mengusung konsep unik: teror gaib, humor segar, sekaligus kisah pencarian jati diri generasi muda. Ide cerita digagas oleh Ki Semar RBS, dengan Denny Januar sebagai Produser Eksekutif.

Kisah berpusat pada Raka (diperankan Jefan Nathanio), seorang mahasiswa tingkat akhir yang hidupnya hanya dipenuhi satu ambisi: segera lulus skripsi.

Baca Juga: Vonis Inkrah, Tapi SK Masih Menunggu: Kepala DKK Karanganyar Belum Diberhentikan

Namun niat sederhana itu berubah kacau ketika ia terpaksa kembali ke Desa Kalimati bersama Sekar (Hana Saraswati), mahasiswi cerdas yang ternyata merupakan pewaris tradisi spiritual keluarganya.

Masalah muncul ketika kesalahan sepele Raka justru membebaskan Kuntilanak Hitam—entitas gaib yang telah dikurung selama 12 tahun. Kekacauan pun tak terelakkan. Sebagai bentuk tanggung jawab, Raka harus menjalani “magang” paling tak masuk akal dalam hidupnya: belajar jadi dukun.

Ia dibimbing oleh Mbah Djambrong (Adi Sudirja), dukun legendaris Desa Kalimati. Mulai dari topo patigeni, meracik kurungan ayam belang telon, hingga tugas absurd seperti mencari tali pocong perawan, semua harus dilalui Raka dalam perjalanan penuh teror sekaligus tawa.

Lewat premisnya, Dukun Magang mengajukan satu pertanyaan besar:
mampukah seorang “dukun magang” yang rasional menyelamatkan desa dari ancaman gaib?

Ki Semar RBS mengungkapkan, ide film ini lahir dari kegelisahannya melihat generasi muda yang kerap menjauh dari tradisi.

“Banyak anak muda merasa modern berarti harus meninggalkan warisan budaya. Padahal akal sehat dan ilmu tradisi bisa berdialog, bukan saling meniadakan,” ujarnya.

Sang sutradara pun menekankan bahwa konflik antara logika modern dan kepercayaan lama menjadi ruh utama film ini. Hal tersebut divisualisasikan lewat kontras tajam antara dunia kampus yang terang dan modern dengan Desa Kalimati yang gelap, penuh asap dupa, dan aura mistis.

Tak melulu horor, film ini juga diperkaya komedi karakter lewat duo sahabat Boiman dan Fajar, yang kerap mencairkan suasana bahkan di momen paling menegangkan.

Baca Juga: Jelang Tuntutan Tipikor Drainase Manahan, Kuasa Hukum HMD: Tak Ada Unsur Pidana

Bagi Jefan Nathanio, peran Raka menjadi tantangan tersendiri. Ia mengaku karakter tersebut bertolak belakang dengan kepribadiannya yang logis dan skeptis terhadap hal mistis.

“Aku tipe orang yang susah percaya hal-hal mistis. Tapi lewat Raka, aku belajar memahami sudut pandang orang-orang yang hidup berdampingan dengan dunia seperti itu,” tuturnya.

Dalam podcast bersama Radar Solo, Sabtu (24/01/2026), Jefan juga mengungkap alasan lain menerima proyek ini.

Pemeran fil Dukun Magang ketika berkunjung ke kantor Redaksi Radar Solo Sabtu (24/1).
Pemeran fil Dukun Magang ketika berkunjung ke kantor Redaksi Radar Solo Sabtu (24/1).

“Begitu lihat judulnya Dukun Magang, aku langsung tertarik. Ini film horor komedi pertama aku, tantangan baru, dan aku bersyukur bisa tergabung di proyek ini,” katanya.

Baca Juga: Intip Durasi Kontrak dan Nilai Pasar Shayne Pattynama di Persija vs Dion Markx di Persib: Siapa Paling Mewah?

Secara keseluruhan, Dukun Magang bukan sekadar film horor. Selain teror Kuntilanak Hitam, film ini juga perlahan membuka rahasia keluarga Sekar, menjadikannya kisah coming-of-age tentang keberanian memilih antara logika, tradisi, atau memadukan keduanya.

Suasana pedesaan yang kental, musik yang memacu adrenalin, ritme cerita yang gesit, serta deretan komedian papan atas seperti Mo Sidik, Mang Osa, Norma Cinta, Salsabila, hingga penampilan spesial Dodit Mulyanto, membuat film ini kaya rasa: seram, lucu, dan hangat.

Menariknya, Dukun Magang juga menyelipkan adegan post-credit yang membuka misteri baru. Petunjuknya sudah ditanam sejak awal cerita, membuat twist di akhir terasa halus dan bikin penonton penasaran.

Dengan konsep unik, nuansa lokal yang kuat, serta racikan horor dan komedi yang pas, Dukun Magang siap jadi tontonan berbeda di bioskop Indonesia(an)

-Izza Aziza Queen Sophia-

Editor : Andi Aris Widiyanto
#kuntilanak #film horor komedi #dukun magang #Jefan Nathanio #komedi ringan