Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Bukan Lawan Ojol, Maxride Sebut Bajaj Punya Segmen Pasar Sendiri

Silvester Kurniawan • Selasa, 27 Januari 2026 | 10:31 WIB

Manajemen Bajaj Maxride menegaskan tetap beroperasi di Solo.
Manajemen Bajaj Maxride menegaskan tetap beroperasi di Solo.

SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Di tengah pro dan kontra kehadirannya di Kota Solo, Manajemen Bajaj Maxride menegaskan tidak akan angkat kaki.

Justru sebaliknya, Maxride memastikan tetap beroperasi setelah menerima gelombang respons positif dari masyarakat.

Manajemen Maxride juga meluruskan isu yang berkembang di lapangan. Mereka menegaskan bahwa Bajaj Maxride bukan kompetitor langsung ojek online (ojol) karena memiliki segmentasi pasar yang berbeda, sehingga keduanya dinilai bisa berjalan berdampingan tanpa saling mematikan.

General Manager Bajaj Maxride, Antonio Gratiano, menegaskan komitmen perusahaannya untuk terus melayani masyarakat Solo.

Baca Juga: Muncul Lagi ke Publik, Jule Blak-blakan Bahas Nikah Muda dan Kriteria Pasangan Ideal: Harus Lebih Kaya!

Menurutnya, Maxride hadir mengisi ceruk layanan yang belum sepenuhnya digarap oleh moda transportasi lain.

“Kami akan tetap memberikan layanan operasional untuk masyarakat Kota Solo. Dari pemantauan kami, dukungan masyarakat Solo sangat besar agar Maxride tetap melayani di kota ini,” ujar Antonio melalui keterangan tertulis, belum lama ini.

Ia menjelaskan, armada bajaj Maxride dirancang untuk kebutuhan khusus, mulai dari shuttle kawasan wisata, layanan industri perhotelan, hingga angkutan barang dalam kota—segmen yang tidak sepenuhnya menjadi fokus layanan ojol.

“Segmentasi pasar kami berbeda. Karena itu kami yakin bisa berjalan beriringan dengan ojol, bukan saling bersaing secara langsung,” tegasnya.

Baca Juga: Reza Arap Ada di Lokasi Meninggalnya Lula Lahfah? Geger Reza Oktovian Bakal Diperiksa di Kasus Sang Kekasih

Tak berhenti di situ, Maxride juga membuka pintu kolaborasi. Pihak manajemen menyatakan siap bermitra dengan pengemudi ojek online yang tertarik bergabung, alih-alih terjebak dalam konflik horizontal antarpekerja transportasi.

Langkah ini dinilai sebagai upaya Maxride untuk meredam gesekan sekaligus menegaskan posisinya sebagai pelengkap ekosistem transportasi perkotaan, bukan sebagai ancaman. (ves/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#Bajaj Maxride #angkutan barang #ojek online #respon positif #segmentasi pasar