SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Pemerintah Kota Surakarta menyiapkan insentif khusus bagi atlet disabilitas asal Kota Bengawan yang menorehkan prestasi di ajang ASEAN Para Games 2026 yang digelar di Thailand pada 20–26 Januari 2026.
Janji tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Surakarta, Respati Ardi Achmad Ardianto, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi atlet lokal Solo yang mengharumkan nama Indonesia di level internasional.
Melalui keterangan tertulis yang diterima awak media, Respati menegaskan bahwa dukungan Pemkot tidak berhenti pada pemberian bonus semata.
Pemkot Surakarta juga akan menyediakan fasilitas penunjang yang ramah dan gratis bagi atlet disabilitas, menyusul berbagai keluhan terkait akses sarana olahraga yang selama ini masih berbayar.
“Bonus prestasi pasti. Tapi yang lebih penting, kami akan memberikan fasilitas pendukung. Sarana olahraga yang sebelumnya berbayar dan dikeluhkan atlet, ke depan akan kami gratiskan khusus untuk atlet disabilitas,” ujar Respati, Kamis (22/1).
Selain insentif dan fasilitas, Pemkot Surakarta juga menyiapkan pola pembinaan berkelanjutan bagi atlet disabilitas. Program ini tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga pada kemandirian dan keberdayaan atlet dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami siapkan kelas olahraga khusus penyandang disabilitas secara berkelanjutan. Harapannya, para atlet tidak hanya berprestasi, tetapi juga berdaya dan memiliki pekerjaan yang layak di Solo. Kota Solo berkomitmen menjadi kota yang ramah disabilitas,” tegasnya.
Respati yang sejak 20 Januari 2026 turut mendampingi langsung para atlet Solo di Thailand mengaku bangga dapat memberikan dukungan secara langsung.
Dari Solo, tercatat 14 atlet disabilitas ikut memperkuat kontingen Indonesia dalam ajang tersebut.
Menurut Respati, kehadiran kepala daerah di arena pertandingan menjadi penyemangat tersendiri bagi atlet. Bahkan, sejumlah atlet mampu melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Pertandingannya seru, bahkan di luar ekspektasi. Ada yang awalnya ditargetkan perak, ternyata bisa pulang membawa emas. Ini kabar baik untuk masa depan olahraga disabilitas Indonesia. Jangan patah semangat, peluang masih sangat terbuka,” pungkas Respati.
(ves)