Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Viral Kades Mandi Lumpur, Jalan Rusak di Jenar Baru Dijanjikan Sirtu, Beton Masih Menunggu Nasib

Ahmad Khairudin • Rabu, 21 Januari 2026 | 13:32 WIB

Aksi viral Kades mandi lumpur di Jenar Sragen akhirnya memicu respons DPU Sragen turun tangan.
Aksi viral Kades mandi lumpur di Jenar Sragen akhirnya memicu respons DPU Sragen turun tangan.

SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM – Aksi nekat “mandi lumpur” yang dilakukan Kepala Desa Ngepringan, Narso, di ruas jalan rusak Kecamatan Jenar akhirnya berhasil mengetuk pintu birokrasi.

Setelah bertahun-tahun rusak dan sekadar jadi bahan proposal Musrenbang, jalan itu kini “diperhatikan”—meski baru sebatas janji kirim sirtu.

Pemerintah Kabupaten Sragen melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) memastikan akan melakukan penanganan darurat terhadap jalan berlumpur menuju SMPN 2 Jenar.

Material urukan pasir batu (sirtu) dijadwalkan dikirim hari Jumat, itu pun sebatas tambal sulam agar tidak semakin memakan korban.

Baca Juga: Yabes Roni Jalani Latihan Perdana di Persis Solo: Siap Main Agresif di Bawah Komando Milomir Seslija!

Camat Jenar, Y. David Supriyadi, tak menampik kondisi jalan tersebut sudah lama memprihatinkan. Bahkan, jalur itu kerap menjadi arena tergelincir pelajar setiap kali hujan turun.

“Rumah Pak Lurah ada di situ. Tiap ketemu warga selalu ditanya, ‘Pak Lurah, jalan ini kapan diperbaiki?’ Ya wajar kalau akhirnya stres,” ujar David, seolah memaklumi aksi mandi lumpur yang belakangan viral.

David menegaskan, pihak desa sebenarnya rutin mengusulkan perbaikan lewat Musrenbangdes. Hanya saja, usulan itu tampaknya lebih sering mengendap di meja perencanaan ketimbang berwujud beton di lapangan.

Ia juga mengingatkan bahwa perangkat desa harus maklum dengan kondisi anggaran daerah yang “serba tergerus”, mulai dari penanganan Covid-19 hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Tahun kemarin DAK cuma empat titik. Anggaran sering kalah sama refocusing,” katanya, seolah meminta warga bersabar di atas lumpur.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPU Sragen, Aribowo Sulistyo, mencoba meluruskan polemik soal status “lelang” yang tak kunjung terwujud.

Ia membenarkan ruas Bago–Mlale sepanjang 3,83 kilometer sebenarnya sudah masuk rencana rekonstruksi tahun 2025 dengan anggaran Rp1 miliar.

Baca Juga: Bantah Sudah Cerai dari Aurelie Moeremans, Roby Tremonti Kini Tuding Sang Mantan Pakai AI untuk Tulis Memoar Broken Strings

“Sudah persiapan lelang lewat APBD Murni 2025, rencananya dicor beton. Tapi kena refocusing, jadi dibatalkan,” kata Bowo, Rabu (21/1).

Dari total panjang jalan tersebut, baru 1,43 kilometer yang dicor beton pada 2018 silam. Sisanya? Bertahan sebagai jalan bebatuan rusak yang setia menguji kesabaran warga dan keselamatan pelajar.

Dengan anggaran pemeliharaan jalan se-Kabupaten Sragen tahun 2026 yang hanya sekitar Rp11 miliar, DPU mengakui ruang geraknya sangat terbatas. Maka solusi tercepat—dan termurah—kembali jatuh pada urukan sirtu.

“Penanganan sementara lewat pemeliharaan rutin. Insyaallah Jumat ini tim bergerak,” ujarnya.

Adapun pembangunan permanen berupa cor beton, lagi-lagi masih sebatas janji. DPU menyebut akan kembali mengusulkan proyek tersebut melalui APBD berikutnya atau Dana Alokasi Khusus (DAK). Entah terealisasi, atau kembali tumbang di meja refocusing. (din/an)

Baca Juga: TERBONGKAR! Kronologi Lengkap: Modus Tim 8 Bupati Pati Sudewo Peras Calon Perangkat Desa, Patok Tarif Hingga Rp 225 Juta Per Kursi!

Editor : Andi Aris Widiyanto
#Sirtu #pemeliharaan jalan #sragen #Mbg #kecamatan jenar #DPU #jalan rusak #mandi lumpur