Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Pendaki Asal Colomadu Hilang di Bukit Mongkrang, Area Pencarian Diperluas

Rudi Hartono RS • Selasa, 20 Januari 2026 | 12:16 WIB

Hingga hari ketiga, Yasid Ahmad Firdaus belum ditemukan dalam operasi pencarian di Bukit Mongkrang.
Hingga hari ketiga, Yasid Ahmad Firdaus belum ditemukan dalam operasi pencarian di Bukit Mongkrang.

SOLOBALAPAN.COM – Upaya pencarian terhadap Yasid Ahmad Firdaus, warga Colomadu, yang dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Bukit Mongkrang sejak Minggu (18/1), terus berlanjut hingga hari ketiga.

Hingga Selasa (20/1), korban belum juga ditemukan, sehingga Tim SAR gabungan memperluas area pencarian.

Koordinator Operasi Pencarian Basarnas, Yohan Tri Anggoro, mengatakan pada hari ketiga ini sebanyak 160 personel dikerahkan.

Ratusan personel tersebut berasal dari berbagai unsur SAR dan dibagi ke dalam sejumlah Search and Rescue Unit (SRU) sesuai dengan tugas masing-masing.

Baca Juga: Inara Rusli Terancam Dipinggirkan? Insanul Fahmi Berat Tinggalkan Pernikahan dengan Wardatina Mawa, Kini Ngotot Upayakan Istri Sah

“Personel kami bagi ke beberapa SRU, mulai dari tim pengoperasian kamera drone, penyisiran jalur pendakian, hingga tim vertical rescue,” ujar Yohan, Selasa (20/1) pagi.

Ia menjelaskan, area pencarian yang sebelumnya difokuskan dalam radius 400 meter dari titik awal korban dilaporkan hilang kini diperluas hingga 600 meter.

Tidak hanya itu, tim SAR juga merencanakan penyisiran ke arah Bukit Mitis yang berada di sisi barat Bukit Mongkrang.

“Perluasan area pencarian ini dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dan analisis kondisi di lapangan. Kami juga mempertimbangkan kemungkinan korban berpindah jalur saat pendakian,” jelasnya.

Baca Juga: Roby Tremonti Sempat Pertanyakan Soal Surat Status Liber Sang Mantan, Aurelie Moeremans Blak-blakan Bongkar Buktinya

Meski demikian, proses pencarian tidak berjalan mulus. Cuaca berkabut tebal di kawasan pegunungan menjadi kendala utama karena membatasi jarak pandang dan memperlambat pergerakan tim di lapangan.

“Faktor cuaca sangat berpengaruh. Kabut cukup tebal sehingga jarak pandang terbatas. Namun pencarian tetap kami lanjutkan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel,” pungkas Yohan. (rud/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#tim sar gabungan #Tawangmagu #karanganyar #bukit mongkrang #bukit mitis #Tim vertical rescue Basarnas #cuaca berkabut #search and rescue