KARANGANYAR, SOLOBALAPAN.COM – Upaya pencarian pendaki asal Gawanan, Kecamatan Colomadu, Yasid Ahmad Firdaus (26), yang dilaporkan hilang di Gunung Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, terus ditingkatkan.
Setelah dua hari penyisiran darat belum membuahkan hasil, pencarian akan diperluas melalui jalur udara dengan pemanfaatan drone.
Mulai Selasa (20/1) pagi pukul 07.00 WIB, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karanganyar akan dikerahkan untuk membantu tim SAR gabungan menggunakan drone guna menyisir area yang sulit dijangkau secara manual.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan penggunaan drone menjadi bagian dari strategi lanjutan pencarian untuk meningkatkan efektivitas dan mengurangi risiko bagi petugas di lapangan.
“Besok pagi pencarian ditambah dengan dukungan drone dari Diskominfo Karanganyar. Pemantauan dari udara akan difokuskan ke jalur terjal, lembah, dan alur sungai yang berisiko tinggi bagi rescuer,” kata Hendro, Senin (19/1) sore.
Pemantauan udara akan difokuskan di sejumlah titik rawan, mulai dari jalur Pos Bayangan–Nguncup, alur sungai menuju wilayah Mranten, hingga punggungan Pos 3 Gunung Mongkrang.
Area tersebut dikenal memiliki medan curam dan vegetasi lebat, sehingga penyisiran darat dinilai terbatas.
Selain dukungan visual dari udara, keterlibatan Diskominfo juga mencakup pemanfaatan teknologi informasi.
Tim Diskominfo akan membantu pelacakan data komunikasi korban, termasuk sinyal ponsel, nomor IMEI, serta data dari jam tangan pintar (smartwatch) yang diketahui digunakan korban.
Menurut Hendro, integrasi teknologi udara dan data digital menjadi langkah penting dalam fase pencarian lanjutan.
“Pemanfaatan drone dan data komunikasi adalah ikhtiar maksimal agar pencarian lebih efektif, terarah, dan cepat menemukan titik terang,” ujarnya.
Dengan penguatan teknologi tersebut, BPBD Karanganyar berharap pencarian dapat segera membuahkan hasil, sekaligus meminimalkan risiko keselamatan bagi tim SAR yang bekerja di medan ekstrem Gunung Mongkrang. (rud/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto