BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Boyolali selama tiga hari berturut-turut berujung pada longsor yang menutup salah satu akses utama jalur Selo–Gladagsari, Minggu (18/1) petang. Akibatnya, arus lalu lintas dari dan menuju kawasan Selo sempat terputus.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Boyolali, Suratno, mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di Dukuh Tarubatang, RT 06 RW 03, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo.
“Kejadiannya sore hari, sekitar pukul 17.00 WIB. Wilayah Selo memang diguyur hujan beberapa hari terakhir,” ujar Suratno, Senin (19/1).
Menurutnya, selama tiga hari terakhir hujan turun dengan intensitas sedang hingga lebat dan berdurasi lama, bahkan kerap melebihi tiga jam. Kondisi tersebut membuat struktur tanah di kawasan tebing melemah hingga akhirnya longsor.
Material longsoran berupa tanah dan batuan dari lereng atas menutup badan jalan secara total. Jalur penghubung Selo–Gladagsari pun tidak bisa dilalui, memaksa pengguna jalan untuk memutar melalui jalur alternatif yang lebih jauh.
“Intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung lama membuat kondisi tanah di area tebing menjadi sangat rawan longsor,” tambah Suratno.
Hasil kajian Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Boyolali mencatat material longsoran memiliki panjang sekitar 10 meter, lebar 5 meter, dan ketebalan mencapai dua meter.
Untuk membuka kembali akses jalan, BPBD Boyolali segera melakukan mobilisasi alat berat berupa excavator. Proses pembersihan dilakukan hingga malam hari.
“Pembersihan material longsoran sudah selesai tadi malam dan akses jalan saat ini sudah kembali normal,” jelasnya.
Dalam penanganan di lapangan, BPBD Boyolali turut dibantu personel TNI, Polri, serta truk tangki milik PMI untuk membersihkan sisa material dan memastikan jalur aman dilalui.
BPBD mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan di wilayah pegunungan Selo dan sekitarnya, untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Boyolali. (fid/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto