Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Skandal di Mess PSIS! Jersey Latihan Ludes Hingga Piala Sejarah Hilang Misterius: Suporter Cium Aroma "Orang Lama" dan Ancaman Dualisme!

Damianus Bram • Kamis, 15 Januari 2026 | 15:23 WIB
Ilustrasi jersey PSIS Semarang hilang di mess.
Ilustrasi jersey PSIS Semarang hilang di mess.

SOLOBALAPAN.COM – Kabar mengejutkan datang dari mess PSIS Semarang.

Sejumlah aset berharga milik klub, mulai dari jersey latihan pemain hingga deretan piala trofi bersejarah yang menjadi simbol sejarah Laskar Mahesa Jenar dilaporkan raib dari mess klub.

Isu ini meledak setelah Ketua Panser Biru, Kepareng, mengunggah kekecewaannya di media sosial.

Hilangnya benda-benda bersejarah ini memicu kemarahan suporter yang menganggap piala adalah marwah klub, bukan milik pribadi.

Kabar ini memicu gelombang keresahan di kalangan suporter yang khawatir akan masa depan dan stabilitas klub kebanggaan warga Semarang tersebut.

Panser Biru Bongkar Kondisi Mess yang "Habis"

Isu hilangnya aset ini pertama kali diledakkan oleh Ketua Panser Biru, Kepareng, melalui akun Instagram pribadinya @kepareng_wareng.

Ia meluapkan kekesalannya setelah melihat kondisi mess yang dinilai sudah tidak menyisakan aset sejarah yang seharusnya menjadi hak manajemen baru.

“Ngeri lur, jersey-jersey pemain sama latihan PSIS di mess habis semua, bahkan yang paling bikin jengkel piala-piala juga tidak ada. Harusnya itu kan aset-asetnya PSIS alias manajemen anyar ya,” tulis Kepareng dengan nada geram.

Spekulasi di Tengah Akuisisi 75 Persen Saham

Situasi ini menjadi sangat sensitif karena bertepatan dengan perpindahan mayoritas saham PSIS Semarang sebesar 75 persen dari keluarga Yoyok Sukawi ke tangan Datu Nova.

Penandaan akun mantan manajer dalam postingan Kepareng semakin memanaskan spekulasi bahwa ada ketidakterbukaan dalam penyerahan aset antara manajemen lama dan manajemen baru.

Ancaman Dualisme dan Desakan Jalur Hukum

Para pendukung PSIS mulai menyuarakan kekhawatiran akan munculnya dualisme klub jika masalah aset ini tidak segera dituntaskan.

Bagi suporter, piala adalah simbol marwah dan sejarah yang tidak boleh dikuasai oleh individu tertentu.

"Awas hati-hati bau-bau dualisme bisa terjadi. Jika aset-aset lama masih dikuasai orang lama, konfliknya akan terus bermunculan. Anggap itu bagian dari pencurian. Angkat ke ranah hukum!" tulis salah satu netizen @xn.hendriansyah_sunjoyo di kolom komentar.

Menanti Klarifikasi Manajemen Lama

Hingga saat ini, pihak manajemen lama PSIS Semarang belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan hilangnya jersey dan trofi tersebut.

Suporter mendesak adanya transparansi agar fokus tim dalam menghadapi musim baru tidak terganggu oleh polemik internal yang berpotensi mencederai hukum.

Laskar Mahesa Jenar adalah identitas warga Semarang, dan aset-aset sejarahnya harus tetap berada di bawah naungan entitas klub yang sah. (dam)

Editor : Damianus Bram
#panser biru #jersey #psis #kepareng #Laskar Mahesa Jenar