SOLOBALAPAN.COM – Memasuki puncak musim hujan, regu pemadam kebakaran kembali berdiri di garis depan pengabdian. Bukan hanya api yang mereka hadapi, tetapi juga ancaman lain yang kerap bersembunyi di balik atap dan sudut bangunan: sarang tawon.
Rabu (14/1) malam menjadi malam panjang bagi Regu 01 Damkar Satpol PP Boyolali. Dalam satu malam, mereka harus menuntaskan tiga misi evakuasi sarang tawon di tiga lokasi berbeda demi melindungi keselamatan warga.
Tiga sarang tawon tersebut dievakuasi di Dukuh Madoh, Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak; Perum Alam Sari, Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak; serta Perum Griya Pacific, Desa Randusari, Kecamatan Teras.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP Boyolali, Supriyono, mengungkapkan bahwa misi pertama berlangsung di sebuah masjid di Dukuh Madoh. Saat warga bergotong royong membersihkan masjid untuk persiapan renovasi plafon, bahaya tersembunyi terungkap.
Baca Juga: Tok! Laras Faizati Divonis 6 Bulan Pidana Percobaan, Majelis Hakim: Bebaskan dari Tahanan Sekarang!
“Setelah plafon dibongkar, ternyata di bawah kubah masjid sudah ada sarang tawon berukuran cukup besar. Warga khawatir, karena sangat berisiko, akhirnya melapor ke Damkar,” jelas Supriyono kepada wartawan, Kamis (15/1) pagi.
Tanpa menunggu lama, personel Damkar bergerak. Di tengah malam, dengan perlengkapan lengkap dan kehati-hatian tinggi, sarang tawon di rumah ibadah itu berhasil dievakuasi tanpa menimbulkan korban.
Belum sempat beristirahat, tim kembali melaju ke lokasi kedua di Perum Griya Pacific, Randusari. Seorang warga yang hendak membersihkan talang air di bagian belakang rumahnya justru menemukan sarang tawon bertengger di atas atap.
Ancaman itu tak bisa dianggap sepele. Kesalahan kecil bisa berujung sengatan berbahaya. Laporan pun segera masuk, dan Damkar Boyolali kembali turun tangan.
Misi ketiga berlangsung di Perum Alam Sari, Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak. Pemilik rumah mengaku sudah beberapa hari merasa terganggu. Beberapa ekor tawon kerap masuk dan beterbangan di dalam rumah.
“Setelah ditelusuri, ternyata ada sarang tawon di bagian atas rumah. Pemilik rumah langsung melapor dan kami evakuasi di malam yang sama, bersamaan dengan sarang lainnya,” imbuh Supriyono.
Dalam setiap evakuasi, petugas bekerja dengan prosedur ketat. Sebelum sarang diambil, lubang keluar-masuk tawon terlebih dahulu ditutup untuk mencegah serangan mendadak yang bisa membahayakan petugas maupun warga.
Baca Juga: ni Alasan Pengemudi Ojek Pangkalan Stasiun Klaten Tak Beralih Jadi Ojol
Setelah berhasil dievakuasi, seluruh sarang tawon diamankan oleh Damkar guna mencegah tawon kembali membangun sarang di lokasi serupa.
Supriyono mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di musim hujan. Kondisi cuaca membuat tawon cenderung mencari tempat berlindung di dekat permukiman warga.
“Jika menemukan sarang tawon, jangan mencoba mengevakuasi sendiri. Segera laporkan ke Damkar agar bisa ditangani dengan aman,” pesannya.
Di balik malam yang sunyi, regu Damkar kembali membuktikan bahwa mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa—siap datang kapan pun, menghadapi bahaya apa pun, demi keselamatan warga Boyolali. (fid/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto