Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Pedagang Pasar Bunder Sragen Meradang! Orderan Sayur MBG Batal Diambil hingga Berujung ke Polisi

Ahmad Khairudin • Rabu, 14 Januari 2026 | 09:17 WIB

 

Pedagang Pasar Bunder Sragen merasa kena prank orderan fiktif dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pedagang Pasar Bunder Sragen merasa kena prank orderan fiktif dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

SOLOBALAPAN.COM - Sejumlah pedagang sayur di Pasar Bunder Sragen dibuat kesal setelah pesanan sayur yang diduga berasal dari oknum dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) mendadak tidak diambil dan tidak dibayar.

Peristiwa ini memicu keributan hingga akhirnya dibawa ke Polres Sragen untuk klarifikasi.

Para pedagang mengaku sudah menyiapkan stok sesuai permintaan, namun justru merasa seperti kena ‘prank’ orderan karena pesanan tersebut dibatalkan sepihak.

Pesanan Datang ke Banyak Pedagang, Tapi Tak Diambil

Salah satu pedagang, Tri Wulandari, menyebutkan bahwa kejadian serupa dialami lebih dari satu pedagang di Pasar Bunder. I

a menduga pemesan menghubungi banyak lapak sekaligus.

"Pesan ke banyak pedagang, gak diambil," terang dia Selasa (13/1).

Tri mengungkapkan situasi sempat memanas hingga akhirnya petugas kepolisian turun tangan dan membawa pihak-pihak terkait ke kantor Reskrim Polres Sragen.

Pedagang Rugi Waktu dan Kesempatan Jualan

Pedagang lain, Kartini, menjadi salah satu korban yang paling kecewa. Ia menerima pesanan buncis sebanyak 10 kilogram pada Senin (12/1).

"Dipeseni kemarin sekitar jam 10.00. Pesan sama saya buncis 10 kilo," ujarnya.

Masalah muncul saat Kartini mencoba mengonfirmasi pengambilan barang.

Nomor pemesan justru menolak bertanggung jawab dan mengarahkan ke kontak lain.

"Iya tak hubungi. Terus responnya gimana Bu? Ya gini Bu jangan hubungi saya. Hubungi nomor ini nomor teman saya. Teman saya namanya Dini," jelasnya.

Namun, setelah dihubungi, pihak bernama Dini justru mengaku tidak pernah melakukan pemesanan.

"Lah Dini itu tak telepon. Bu saya gak pesan buncis? Lah ini pesen temenmu suruh hubungi kamu. Saya gitu," lanjutnya.

Kartini pun merasa dirugikan karena telah menahan stok dagangan, padahal barang tersebut bisa dijual kepada pelanggan lain jika tidak ada pesanan.

Kepala Pasar: Kesalahpahaman, Masalah Berakhir Damai

Kepala Pasar Bunder Sragen, Sugino, menjelaskan bahwa kasus dugaan pesanan fiktif yang melibatkan petugas survei program MBG akhirnya diselesaikan secara damai setelah klarifikasi di Mapolres Sragen.

Ia mengakui insiden tersebut dipicu kesalahpahaman dalam proses survei dan pemesanan.

"Kemarin itu intinya ada pedagang yang dipesan barangnya, tapi tidak jadi dibeli atau diambil. Namun, barang tersebut memang tidak dibawa oleh petugas," ujar Sugino.

Menurutnya, tidak ada kerugian materiil berupa kehilangan uang atau barang, namun dampak psikologis dan kerugian kesempatan tetap dirasakan pedagang.

"Kalau terkait kerugian nilai rupiah memang tidak ada. Tapi mungkin ada rasa kecewa karena barangnya ditahan untuk orderan itu, padahal harusnya bisa dijual," tambahnya.

Dimediasi Polisi, Kedua Pihak Saling Memaafkan

Sejauh ini, pihak pengelola pasar baru menerima laporan dari satu pedagang.

Kasus tersebut kemudian dibawa ke Polres Sragen untuk mediasi dan konfirmasi.

"Kami tadi sudah bertemu dan saling memaafkan. Kami dari pihak pasar juga meminta maaf, intinya sudah clear," tegas Sugino.

Terkait identitas dua petugas perempuan yang terlibat, Sugino menyebut mereka bukan warga asli Sragen.

Meski sempat beredar kabar berasal dari Cikarang, pihak pasar tidak dapat memastikan karena tidak memeriksa KTP yang bersangkutan. (din/lz)

Editor : Laila Zakiya
#orderan fiktif #prank #polres sragen #sragen #Pedagang sayur #Mbg #Pasar Bunder Sragen