SOLOBALAPAN.COM - SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta kembali mencuri perhatian.
Sekolah yang berdiri sejak 1935 ini mendapat kunjungan Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta dan dinilai memiliki keunggulan pada penerapan kurikulum adab serta kelengkapan sarana prasarana.
Kegiatan silaturahmi sekaligus monev tersebut berlangsung di aula sekolah sehat SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Jalan Kartini Nomor 1 Ketelan Barat, Pura Mangkunegaran, Kamis (8/1/2026).
Kurikulum Adab Jadi Temuan Menonjol Tim Monev
Tim Monev yang hadir antara lain Ketua Tim Monev TK dan SD Kartono, Fajar Kurniawan, dan Abdul Hakam Faruq.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Sri Sayekti, menyampaikan bahwa hasil wawancara standar pengelolaan menemukan kekhasan sekolah pada aspek adab dan legalitas sarana pendukung.
“Dari 10 komponen ada hal-hal yang menonjol baik kurikulum adab dan sarpras yang memiliki ijin sertifikat NIB berbasis resiko penyediaan jasa boga serta sertifikat halal,” ujarnya.
Temuan ini memperkuat posisi sekolah sebagai lembaga pendidikan dasar yang tidak hanya fokus akademik, tetapi juga pembentukan karakter Islami sejak dini.
Disiplin Guru hingga Morning Spiritual Gathering
Dalam upaya meluruskan arah pengembangan sekolah unggul dan berkemajuan, SD Muhammadiyah 1 Ketelan melakukan berbagai pembiasaan positif.
Salah satunya melalui budaya disiplin guru dan karyawan.
“Memupus tradisi guru dan karyawan terlambat, setiap pagi pukul 06.45 sampai dengan 06.55 WIB kita mengadakan Morning Spiritual Gathering dengan apel mengkaji pedoman hidup Islami warga Muhammadiyah, siswa belum datang guru sudah siap mengajar,” katanya.
Langkah tersebut menjadi fondasi penguatan budaya sekolah sekaligus penanaman nilai keteladanan bagi peserta didik.
Implementasi SNP Diperkaya Al Islam dan Kemuhammadiyahan
Sri Sayekti menambahkan, sekolah terus berbenah dengan mengimplementasikan delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang diperkaya nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan.
“Instrumen Monev yang digunakan mencakup penilaian terhadap standar isi, proses, kompetensi lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, pengelolaan, pembiayaan, serta standar penilaian pendidikan. Selain itu, evaluasi juga menyentuh aspek kekhasan sekolah Muhammadiyah, termasuk pembinaan karakter Islami dan praktik keagamaan peserta didik,” bebernya.
Hasilnya, mayoritas indikator memperoleh skor maksimal dengan kategori “ada” dan nilai 4, menandakan implementasi standar pendidikan berjalan konsisten dan terdokumentasi baik.
Sekolah 90 Tahun dengan Manajemen Tertata
Tim Monev mencatat standar proses dan pengelolaan pembelajaran telah berjalan efektif, didukung perencanaan yang rapi serta sistem manajemen sesuai ketentuan.
“Pada standar proses dan pengelolaan, sekolah dinilai memiliki perencanaan pembelajaran yang tertata, pelaksanaan kegiatan belajar yang efektif, serta sistem manajemen sekolah yang berjalan sesuai ketentuan,” urainya.
Dari sisi pendidik, kualifikasi dan kompetensi guru dinilai memenuhi standar, dengan administrasi pembelajaran yang lengkap dan tertib.
Sarana Prasarana dan Lingkungan Ramah Anak
Selain kualitas SDM, sarana dan prasarana SD Muhammadiyah 1 Ketelan dinilai memadai untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Ruang kelas, fasilitas pendukung, serta lingkungan sekolah dinilai kondusif dan ramah anak.
Penguatan Al Islam dan Kemuhammadiyahan juga terintegrasi dalam aktivitas harian sekolah, mulai dari pembelajaran, pembiasaan ibadah, hingga budaya sekolah.
“Hal ini menjadi nilai tambah yang memperkuat identitas SD Muhammadiyah 1 Ketelan sebagai sekolah Islam unggul dan berkemajuan,” pungkasnya. (dn/lz)
Editor : Laila Zakiya