Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Pro Kontra Masjid Eks Terminal Kartasura, Dinilai Bisa Jadi Rest Area Strategis hingga Dongkrak Ekonomi Warga

Iwan Kawul • Selasa, 6 Januari 2026 | 14:41 WIB

 

Ilustrasi pekerja sedang melakukan pembangunan gedung.
Ilustrasi pekerja sedang melakukan pembangunan gedung.

SOLOBALAPAN.COM - Wacana pembangunan Masjid Kartasura di lokasi bekas Terminal Kartasura kembali menjadi sorotan publik.

Rencana yang masuk program strategis Pemkab Sukoharjo ini memicu beragam tanggapan, mulai dari dukungan hingga penolakan, baik dari kalangan muslim maupun non-muslim.

Tokoh Muhammadiyah Kartasura, Muh Rofi Imtihan, menilai polemik tersebut bukanlah hal baru.

Menurutnya, perdebatan sudah muncul sejak lama, seiring banyaknya masjid yang telah berdiri di wilayah Kartasura dan sekitarnya.

Dinilai Strategis Jadi Tempat Singgah Pengguna Jalan

Saat ditemui Selasa (6/1/2026), Rofi menyatakan secara pribadi mendukung pembangunan masjid di eks terminal tersebut.

Ia menilai lokasi itu sangat strategis karena berada di jalur utama yang ramai dilalui pengguna jalan.

“Kalau saya pribadi menyambut baik, karena letaknya di pinggir jalan utama. Itu bisa menjadi tempat singgah atau rest area bagi pengguna jalan, apalagi saat Ramadan atau Idul Fitri. Bukan sekadar tempat ibadah, tapi tempat beristirahat sejenak,” ujarnya.

Rofi menilai, keberadaan masjid di titik tersebut dapat menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya saat arus mudik dan balik Lebaran, ketika pengguna jalan membutuhkan tempat istirahat yang nyaman dan aman.

Pro dan Kontra Dianggap Hal yang Wajar

Meski mendukung, Rofi tidak menampik adanya penolakan dari sebagian masyarakat.

Ia menyebut beragam argumen yang muncul sebagai hal yang rasional dan patut dipahami.

“Polemik itu pasti ada. Ada yang bertanya kenapa harus masjid lagi, kenapa bukan tempat ibadah lain. Ada juga yang menyinggung soal anggaran atau perizinan yang dianggap lebih mudah. Semua itu alasan yang rasional,” jelasnya.

Menurutnya, dinamika tersebut merupakan bagian dari proses pembangunan fasilitas publik, terutama di lokasi yang memiliki nilai strategis dan sejarah panjang seperti eks Terminal Kartasura.

Realisasi Janji Politik Bupati Sukoharjo

Rofi juga menyinggung aspek politik dalam rencana pembangunan masjid tersebut.

Ia mengingatkan bahwa wacana menjadikan bekas terminal sebagai masjid telah disampaikan Bupati Sukoharjo Etik Suryani sejak masa kampanye.

“Bagi kami warga Kartasura, ini juga soal janji politik. Dulu waktu kampanye sudah disampaikan bahwa bekas terminal akan dijadikan masjid. Sekarang ketika direalisasikan, tentu wajar jika ada dinamika, tapi ini bagian dari komitmen,” katanya.

Dari sudut pandang warga lokal, realisasi rencana tersebut dinilai sebagai bentuk konsistensi pemerintah daerah terhadap janji politik yang pernah disampaikan kepada masyarakat.

Desain Bernuansa Keraton dan Dampak Ekonomi

Selain fungsi ibadah, Rofi menilai pembangunan masjid juga memiliki nilai tata ruang dan budaya.

Lokasi eks terminal dinilai cocok untuk bangunan masjid dengan desain yang mengangkat nilai historis Keraton Kartasura.

Tak hanya itu, proyek ini juga diproyeksikan memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar, terutama melalui pengembangan UMKM.

“Dari aspek ekonomi juga ada dampaknya. Kalau nanti ada UMKM atau kios-kios untuk usaha warga sekitar, tentu ini bisa menambah pendapatan dan menghidupkan kawasan,” imbuhnya.

Anggaran Rp25 Miliar Masuk Program Strategis 2026

Sementara itu, Bupati Sukoharjo Etik Suryani menegaskan bahwa pembangunan Masjid Kartasura di eks terminal menjadi salah satu program strategis pemerintah daerah pada 2026.

“Harapan kami di 2026, program strategis Bupati dan Wakil Bupati bisa berjalan. Salah satunya pembangunan Masjid Kartasura di bekas terminal dengan anggaran kurang lebih Rp25 miliar,” ujar Etik Suryani.

Dengan anggaran tersebut, Pemkab Sukoharjo berharap masjid tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas sosial, budaya, dan ekonomi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat Kartasura. (kwl/lz)

Editor : Laila Zakiya
#pro kontra #muhammadiyah #terminal kartasura #pembangunan masjid