Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Libur Nataru Meledak, Klaten Salip Banyak Daerah dan Jadi Favorit Wisatawan Jateng

Angga Purenda • Selasa, 6 Januari 2026 | 14:28 WIB

 

Kondisi wisata Klaten yang dipenuhi wisatawan saat momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Kondisi wisata Klaten yang dipenuhi wisatawan saat momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

SOLOBALAPAN.COM - Kabupaten Klaten kembali mencuri perhatian selama momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Daerah berjuluk Kota Bersinar ini sukses mencatatkan lonjakan kunjungan wisatawan dan menempatkan diri sebagai tujuan wisata terbanyak kedua di Jawa Tengah, hanya kalah dari Kota Semarang.

Berdasarkan data Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah untuk periode 20 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, Klaten membukukan 562.906 kunjungan wisatawan.

Capaian tersebut mengungguli sejumlah daerah lain seperti Kabupaten Demak, Rembang, hingga Kota Surakarta.

Klaten Kokoh di Peringkat Dua Jateng

Dalam daftar daerah dengan kunjungan wisatawan tertinggi selama Nataru, Kota Semarang masih menempati posisi pertama dengan 677.982 kunjungan.

Namun, Klaten sukses mempertahankan posisi strategis di peringkat kedua, melampaui Kabupaten Demak (523.525 kunjungan), Kabupaten Rembang (334.271 kunjungan), dan Kota Surakarta (300.751 kunjungan).

Dominasi Klaten ini tak lepas dari kuatnya daya tarik wisata air dan wisata budaya yang tersebar di berbagai kecamatan, termasuk Umbul Brondong di Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, yang menjadi salah satu magnet utama wisatawan.

Bupati Klaten: Pariwisata Sudah di Jalur Tepat

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyambut positif capaian tersebut.

Ia menilai peningkatan kunjungan wisatawan menjadi bukti bahwa arah pembangunan pariwisata daerah sudah berjalan sesuai rencana.

"Alhamdulillah, ini berarti apa yang kita kerjakan bersama ada di track yang tepat. Ke depan, kita harus punya peta besar atau roadmap yang jelas. Kita akan tata betul untuk lima tahun ke depan," ujar Hamenang saat ditemui di Pendapa Pemkab Klaten, Senin (5/1/2026).

Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Klaten berencana meluncurkan calendar event mulai tahun ini.

Program tersebut ditujukan untuk memberikan kepastian jadwal event wisata kepada masyarakat luar daerah.

Aplikasi Apik Jadi Andalan Promosi Wisata

Selain kalender acara, optimalisasi Aplikasi Ayo Piknik ke Klaten (Apik) juga menjadi fokus utama pemerintah daerah. Aplikasi ini dikembangkan sebagai portal informasi terpadu pariwisata Klaten.

"Kita ingin warga tahu, bulan ini di Klaten ada apa. Jadi mereka bisa menyesuaikan jadwal. Aplikasi tersebut tidak hanya soal objek wisata, tapi juga pusat kuliner hingga penginapan," imbuhnya.

Dengan integrasi informasi destinasi, kuliner, dan akomodasi, aplikasi Apik diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus mendorong lama tinggal (length of stay).

Kunjungan Wisata Naik 33 Persen Saat Nataru

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudporapar Klaten, Purwanto, mengungkapkan tren pertumbuhan pariwisata yang sangat positif.

Selama libur Nataru 2025/2026, total kunjungan wisatawan ke Klaten mencapai 855.230 orang, atau meningkat 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Jika ditotal selama satu tahun penuh, ada peningkatan kunjungan sebesar 10%, dari 6,8 juta wisatawan di tahun 2024 menjadi 7,5 juta pada tahun 2025," jelas Purwanto.

Wisata Air dan Candi Masih Jadi Primadona

Purwanto menyebut sejumlah destinasi tetap menjadi favorit wisatawan, di antaranya Candi Prambanan, Umbul Pelem, Umbul Brondong, River Moon, dan Janti Park, dari total sekitar 50 objek wisata yang ada di Klaten.

Ia mengakui, wisata candi dan wisata air masih menjadi unggulan utama Klaten.

Menariknya, sebagian besar destinasi tersebut dikelola oleh komunitas dan pemerintah desa melalui BUMDes, sehingga turut menggerakkan ekonomi lokal.

Dari objek wisata yang dikelola langsung oleh Pemkab Klaten, tercatat Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp5,7 miliar.

Beberapa objek wisata milik daerah antara lain Objek Mata Air Cokro (OMAC) dan Bukit Sidoguro.

Lonjakan kunjungan wisata selama libur Nataru ini sekaligus mempertegas posisi Klaten sebagai salah satu poros pariwisata Jawa Tengah, dengan potensi besar untuk terus tumbuh di tahun-tahun mendatang. (ren/lz)

Editor : Laila Zakiya
#destinasi wisata #klaten #libur nataru