Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Pemakaman Tak Biasa di Solo: Damkar Turun Tangan Angkut Jenazah 200 Kg Lewati Jembatan Sempit

Antonius Christian • Senin, 5 Januari 2026 | 15:20 WIB

 

Petugas Damkar turun tangan bantu pemakaman warga berbobot 200 kg di Sukoharjo.
Petugas Damkar turun tangan bantu pemakaman warga berbobot 200 kg di Sukoharjo.

SOLOBALAPAN.COM - Prosesi pemakaman seorang warga Kampung Bergolo, Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Solo, berlangsung tak seperti biasanya.

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo harus turun langsung membantu pemakaman jenazah Rusminingsih (43), Senin (5/1) siang, karena kondisi khusus yang dihadapi keluarga.

Bobot jenazah yang mencapai sekitar 200 kilogram membuat proses pemindahan hingga penurunan ke liang lahat tidak memungkinkan dilakukan secara konvensional.

Kondisi tersebut mendorong pihak keluarga meminta bantuan Damkar agar prosesi pemakaman dapat berjalan aman dan lancar.

12 Personel Damkar Diterjunkan ke Lokasi Pemakaman

Jenazah Rusminingsih dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Danyung, Sukoharjo, sekitar pukul 13.00 WIB.

Dari pantauan di lokasi, petugas Damkar dibantu delapan personel Linmas Kelurahan Serengan bekerja sama menurunkan jenazah dari mobil ambulans hingga ke liang lahat.

Selain menghadapi bobot jenazah yang tidak biasa, petugas juga harus melewati akses sulit.

Jalur menuju makam terhalang aliran air selebar sekitar 1,5 meter sehingga jenazah harus dibawa melewati jembatan kecil sebelum tiba di lokasi pemakaman.

Meski menghadapi tantangan teknis, seluruh rangkaian pemakaman berjalan dengan tertib dan lancar.

Keluarga Ajukan Permintaan Bantuan Langsung ke Damkar

Komandan Regu Damkar Kota Solo, Matias Andri, menjelaskan bahwa permintaan bantuan datang langsung dari keluarga almarhumah.

“Pihak keluarga melaporkan ke pos jaga kami. Setelah itu kami tindaklanjuti dengan pengecekan rumah duka dan lokasi pemakaman,” ujar Andri di sela kegiatan.

Menurutnya, Damkar menerjunkan 12 personel dengan peralatan khusus yang biasa digunakan dalam operasi penyelamatan di medan sulit.

Gunakan Tripod dan Tandu Penyelamatan

Dalam proses penurunan jenazah ke liang lahat, petugas menggunakan perlengkapan khusus seperti tripod, tali, serta basket atau tandu penyelamatan.

“Kami menerjunkan 12 personel penyelamatan dengan sistem penurunan. Jenazah menggunakan basket karena tidak memungkinkan dimasukkan ke dalam peti, mengingat berat badan almarhumah sekitar 200 kilogram,” jelasnya.

Peralatan tersebut umumnya digunakan dalam penanganan medan vertikal, namun kali ini difungsikan untuk membantu prosesi pemakaman.

Akses Makam Jadi Kendala Utama

Andri menyebut tantangan terbesar justru berasal dari jarak dan akses lokasi makam yang cukup jauh dari jalur utama TPU.

Namun, kendala tersebut masih bisa diatasi dengan koordinasi antarpersonel.

“Alhamdulillah dari rumah duka sampai pemakaman semuanya terjangkau dan berjalan lancar,” imbuhnya.

Ia menambahkan, kasus pemakaman dengan bobot jenazah di atas rata-rata ini merupakan kali kedua Damkar Solo menerima permintaan serupa.

Sebelumnya, kejadian sejenis pernah ditangani di wilayah Banyuanyar dengan metode yang sama.

Riwayat Penyakit dan Detik-detik Kejadian

Ketua RT setempat, Harjanto, mengungkapkan bahwa almarhumah memiliki riwayat penyakit, salah satunya gangguan jantung.

“Memang sudah ada riwayat sakit jantung. Kemarin juga sempat beberapa hari bakar-bakar makanan saat tahun baru, mungkin itu berpengaruh. Selain itu almarhumah tidur di lantai,” ungkapnya.

Peristiwa meninggalnya Rusminingsih terjadi pada Minggu (4/1). Warga mulai berdatangan setelah mendengar teriakan anak almarhumah dari lantai dua rumah.

“Warga berdatangan karena ada teriakan. Ternyata almarhumah sudah pingsan di lantai dua. Warga kemudian berinisiatif memanggil ambulans dan Linmas untuk menurunkan ke bawah,” jelas Harjanto.

Dinyatakan Meninggal Dunia di Rumah Sakit

Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Kustati. Namun, setibanya di rumah sakit, petugas medis memastikan korban telah meninggal dunia.

“Warga sebenarnya sudah curiga almarhumah meninggal, tapi tidak berani memastikan. Setelah dicek dokter di rumah sakit, dinyatakan sudah meninggal,” pungkas Harjanto. (atn/lz)

Editor : Laila Zakiya
#sukoharjo #damkar solo #pemakaman